
Salah satu tantangan berkoperasi adalah pemahaman anggota yang beragam tentang prinsip dan jatidiri koperasi, termasuk dalam melaksanakan kewajibannya. Ini diakui Teofilus Efi, Ketua Komite Cabang Utama Kopdit Pintu Air. Baginya hal itu merupakan bagian dari dinamika yang perlu dicarikan solusi.
“Kami terus melakukan edukasi kepada anggota dan sudah membentuk banyak titik kumpul, kelompok, dan unit. Selain itu melakukan pertemuan rutin bulanan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang berkoperasi,” ungkap Teofilus.
Pria kelahiran Natargahar, 22 Juli 1985 itu mengungkapkan melalui edukasi yang rutin dilakukan, kesadaran anggota semakin meningkat serta partisipasi anggota terhadap usaha koperasi lebih baik.
Bagi pengagum Bung Karno itu, koperasi bukan hanya tentang penyedia modal, namun juga cara memanusiakan manusia dan memelihara rasa solidaritas yang tinggi. Pemahaman seperti itu mulai terinternalisasi di anggota Kopdit Pintu Air sehingga membantu pengembangan usaha koperasi.
Teofilus yang pernah menjadi tukang ojek itu juga mengaku bersyukur memiliki pemimpin seperti Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air. “Ketua senantiasa mengingatkan kami untuk selalu rendah hati, memiliki sikap solidaritas tinggi, dan sabar dalam melayani anggota sesulit apapun kondisinya,” pungkasnya.





