hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Dwi Prihartono, Habis PHK, Terbitlah Kecap Tugujawa,

MALANG—Terkana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sebuah perusahaan meubel di Surabaya pada 2015 sempat membuat bingung Dwi Prihartono. Warga Kemantren Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini mulanya belum tahu mau usaha apa.

Namun dia melihat kondisi kedelai lokal yang tergerus oleh kedelai impor dan kebetulan neneknya sering membuat kecap sendiri, sekalipun tidak dijual.  Dari sana dia bepikir untuk membuat produk berbahan baku kedelai lokal dengan meneruskan resep nenaknya dengan memproduksi kecap kedelai lokal dengan brand Tugujawa pada 2016.

Dengan modal Rp2 juta untuk membeli peralatan sederhana,  Dwi membagikan produksi awalnya untuk melihat pasar dan ternyata banyak yang suka.

“Kecap Tugujawa diproduksi dengan teknik tradisional sehingga menghasilkan kecap dengan citarasa warisan leluhur.keunggulannya Komitmen menggunakan bahan baku lokal, mulai kedelai hitam lokal,gula kelapa,bumbu rempah-rempah,tanpa ada penambahan msg dan pengawet buatan, tanpa pewarna,” papar Dwi kepada Peluang, Sabtu malam (1/5/21).

Kecap Tugujawa memproduksi beberapa kemasan mulai 500 ml dengan harga Rp25 ribu. 275 ml harga Rp15 ribu dan 135 ml harga Rp8 ribu.  Saat ini produksinya per bulan mencapai seribu liter dengan omzet berkisar Rp30 juta.  Dwi mengaku mempunyai tiga karyawan.

Untuk  pasokan kedelai hitam  usaha ini disuplai oleh Balitkabi (balai penelitian kacang kacangan dan umbi-umbianan) yang berkerjasama dengan petani.

“Alhamdullilah pada saat Pandemi berdampak positif terhadap usaha pembuatan kecap kedelai lokal dengan omzet meningkat sekitar 30%,” tambah Dwi, seraya menyukai usaha yang bisa membantu para petani kedelai dan perajin gula kelapa.

Dwi mengaku menghadapi kendala pasar yang belum maksimal dan harus menghadapi persaingan dengan pabrik besar. Untuk mensiasatinya, dia menjual langsung ke konsumen, komunitas peduli sehat hingga koperasi.

Dia mengungkapkan saat ini Kecap TuguJawa mempunyai aset tetap, yaitu mesin untuk produksi kapasitas 100 lite per hari dan usahanya sudah mendapat legalistas Halal dari MUI. Sementara pemasaran sudah sampai Papua, Sulawesi, kalimantan hingga Jakarta.

“Target ke dean, saya tidak muluk-muluk, hanya ingin meningkat omzetnya dan mendapatkan pasar lebih luas dan memberi manfaat untuk semua masyarakat,” tutupnya (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate