KUPANG—Ketua KSP Kopdit Pintu Air Jakobus Jano menemui Gubernur NTT Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat di Ruang Kerja Gubernur NTT, Kupang Jumat (28/5/21).
Kedatangan Jano bersama timnya berkonsultasi mengatasi hambatan jalan masuk menunu kantor pusat dari Nita menuju Watawulu Desa Ladogahar sepanjang 3,5 km.
Jalan itu merupakan sarana transportasi vital yang menghubungkan titik produksi dengan kantor pusat. Hal ini mendesak agar upaya transformasi Kopdit pintu Air dari emula hanya siman pinjam ke sektor produksi dengan 8 spin off.
Kepada Gubernur, Jano menyampaikan pihak koperasi sudah bersusah payah menghimpun anggota agar bisa keluar dari kemelut kemiskinan dengan cara berkoperasi namun kendala jalan harus diperhatikan Pemerintah Provinsi NTT.
“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju sejahtera, kebutuhanjalan juga harus terjamin. Jaringan yang kurang memadai di Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air menjadi hambatan. Sekalipun saat ini Kopdit Pintu Air bersinergi dengan dunia digitaliasi dalam core bisnisnya,” ungkap Jano.
Mendengar hal tersebut Gubernur NTT pun dengan tegas mengatakan akan mengalokasikan dana hibah Provinsi senilai Rp5 miliar untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur jalan menuju Kantor Pusat Pintu Air
“Saya salut Kopdit Pintu Air punya terobosan luar biasa, yang awalnya dari simpan pinjam sekarang telah bergerak di sektor rill. Untuk mendukung kendala Jalan menuju Kantor Pusat Pintu Air, saya hibahkan 5 miliar tahun ini agar segera dikerjakan nanti kurang bisa lanjut tahun depan’’ tuturnya.
Dia mengingatkan agar dana hibah yang diberikan tidak boleh dipindahkan atau digunakan untuk keperluan lain.
’’Jangan diutak-atik ya, atau dipindahkan dan itu salah besar,’’ tegasnya mengingatkan kepala BKD NTT Zakarias Moruk (Nivan).








