JAKARTA—Sehari-hari Pak Made adalah buruh bangunan. Warga Kecamatan Selemandeg, Provinsi Bali kerap pulang tanpa kegiatan lain, sementara penghasilannya hanya pas-pasan. Keputusanya ikut program “Income Generating” dari Allianz Group mengubah hal itu.
Dia kini ketua komunitas kelompok penanam cabe, tomat dan singkong. Dia pun mendapatkan manfaat, selain mendapatkan kesibukan dan penghasilan.
“Saya merasa sangat senang dengan kegiatan ini, sekarang sudah ada kesibukan lain di kebun sambil mencari hawa segar,” ujar Pak Made.
Allianz Group menggelar pelatihan wirausaha dan beasiswa pendidikan untuk memperkuat keluarga rentan dari dampak pandemi Covid-19. Program ini menyasar keluarga dampingan SOS Children’s Villages melalui dana stimulus dan pelatihan keterampilan demi meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik bulan November 2020, tercatat sekitar 29,12 juta pekerja di Indonesia terkena dampak pandemi COVID-19 yang diantaranya merupakan peningkatan jumlah pengangguran sekitar 2,56 juta orang.
Keadaan ini lalu diperparah oleh perbedaan signifikan upah pekerja di tiap jenjang pendidikan, menjadikan semakin terpuruknya penghasilan yang didapat oleh pekerja dengan pendidikan rendah.
“Untuk mencegah keadaan yang lebih buruk, masyarakat membutuhkan penguatan dan dukungan agar dapat membangun kembali perekonomian pasca pandemi Covid -19,” kata Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia dalam keterangan pers, Kamis (28/1/21).
SOS Children’s Villages adalah sebuah organisasi nirlaba yang aktif di bidang hak-hak anak dan berkomitmen membantu kebutuhan anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua. Salah satu program kerja SOS adalah Family Strengthening Program (FSP).
Program ini memiliki visi untuk menguatkan kehidupan anak-anak dan keluarga yang rentan dengan harapan anak-anak tidak kehilangan hak mereka.
Melalui program ini, ribuan keluarga di Indonesia didampingi untuk mempunyai bekal pengasuhan yang baik sehingga anak-anak juga mampu tumbuh kembang dengan baik.
“Beberapa program pendampingan yang dilakukan untuk keluarga rentan adalah beasiswa pendidikan untuk anak dan pelatihan kewirausahaan untuk keluarga,” ujar Gregor.
Untuk mengurangi resiko anak kehilangan pengasuhan orang tua akibat krisis finansial keluarga sebagai dampak dari pandemi Covid-19, SOS Children’s Villages Indonesia bekerja sama dengan Allianz Indonesia menginisiasi program pemberdayaan keluarga dengan memberikan dana stimulus dan pelatihan.
Pelatihan keterampilan ini diikuti ratusan keluarga yang tersebar di Flores, Palu, dan Bali. Setidaknya terdapat 183 keluarga di Flores, 159 keluarga di Bali, dan 32 keluarga di Palu yang mendapatkan bantuan langsung dari Allianz untuk memulai dan mengembangkan usahanya.
Tidak hanya berupa suntikan dana dan pelatihan, tiap keluarga dan kelompok usahanya dibimbing secara berkala dan juga diberikan akses pada jejaring bisnis setempat dan sumber daya lokal. Program pemberdayaan yang dinamakan “Income Generating” ini diluncurkan pada Juli 2020 dan akan terus berlangsung selama satu tahun.
Sasaran program ini adalah keluarga berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka mendapatkan pelatihan ketahanan ekonomi, membangun jejaring dan kemitraan, serta memperoleh dana stimulus dengan bunga 0%. Tujuan dari program ini adalah keluarga dapat terlatih dan mampu menjadi mandiri.
Program yang diimplementasikan terhitung dari Juli 2020 ini akan berakhir pada Juni 2021, dengan melalui tahap evaluasi berkala untuk memaksimalkan materi yang diberikan tepat sasaran.
“Kami berharap program ini dapat menjadi sebuah langkah awal agar para penerima manfaat bisa mendapatkan kesempatan untuk mendirikan dan menjalankan usaha, menjadi mandiri secara fi nansial, serta mampu bangkit dan berdaya dalam menghadapi kondisi pandemi ini,” kata Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia.








