hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Dua Puluh Menit Hanya Cukup Makan di Resto Cepat Saji

JAKARTA—Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level-4 hingga 2 Agustus ini memberikan kesempatan bagi warung makan/ warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya diizinkan untuk buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Jam operasional dibatasi hingga pukul 20.00 waktu setenpat dengan maksimal pengunjung makan di tempat tiga orang. Lama waktu makan tiap pengunjung juga diatur, yakni tidak lebih dari 20 menit.

Aturan ini mendapatkan tanggapan dari sejumlah pelaku UKM yang bergerak di bidang kuliner. Omi, seorang pemilik warung kaki lima di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, mengatakan aturan ini tidak mudah pada praktiknya.

Pertama, waktu untuk menyiapkan masakan saja membutuhkan waktu setidaknya 10 menit, sementara untuk makannya tidak cukup 20 menit.

Kedua kalau untuk mengingatkan pelanggan untuk tidak makan lebih dari 20 menit, bagaimana caranya? Harusnya semua warteg, pelaku kaki lima kuliner diberikan surat peraturan yang diperlihatkan pda pengunjung bahwa  makan tidak boleh lebih dari 20 menit.  

“Itu pun kalau menurut. Kalau tidak, masa kita mengusir,” ujar Omi ketika dikunjungi Peluang, Selasa (27/7/21).

Hal senada juga diungkapkan Endah Fatah, penjual bakmi yamin di kawasan Serpong, Tangerang Seatan, Banten. Untuk pelanggan yang mau makan mie yamien, mestinya waktu 20 menit tidak cukup

“Proses masaknya saja perlu waktu minimal 10 menit. Kalau pun bisa orang makannya jadi tidak optimal dalam menikmati menunya,” ucap dia ketika dihubungi dalam kesematan terpisah.

Menurut Endang, aturan itu cocok bagi rumah makan cepat saja, di mana hidangannya siap, tetapi tidak untuk kuliner yang harus memasak dulu. Waktu yang ideal ialah 30 menit.

Dalam situasi PPKM memang pilihan pesanan secara daring  makin penting. Jadi pelanggan tidak perlu keluar rumah untuk mencari makanan yang mereka minati.  Terbukti sekarang pesanan daring meningkat tajam, karena orang makin menyadari resiko virus yang sudah ada di mana-mana.

Endang mengaku masih bersyukur di saat yang sulit seperti ini pesanan secara daring rata-rata berkisar 50 porsi per hari. Meskipun pelanggannya berkurang, karena melalui ojol, harga per menunya lebih mahal.

Dia sendiri sebagai pelaku usaha  setuju diterapkannya  PPKM, namun dia mengingatkan sekarang risiko berada di para pengemudi daring yang harus keluar rumah.  Untuk itu pemerintah memberikan subsidi vitamin, vaksin dan sebagai untuk pengemudi ojek daring ini, karena mereka berjasa pada kelangsungan usaha pelaku kuliner (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate