hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Driver Berhijab di 25 Kota Indonesia

Syarat spesifik para calon pengemudi adalah: harus Muslimah yang berjilbab dan berpakaian longgar ketika beroperasi. Pengemudi Ojesy juga harus mendapat restu terlebih dahulu dari suami, ayah, ibu, atau saudara.

DALAM waktu dekat, dari komunitas ojol (ojek online) siap hadirkan variasi pemandangan baru. Jangan heran kalau anda menjumpai layanan ojek dengan jaket biru muda, yang pengemudinya perempuan berhijab. Layanan ojek yang peduli dan menjaga aurat itu sebetulnya telah ada sejak tahun 2015. Nama Ojesy. Singkatan dari Ojek Syar’i. Aplikasinya pun sudah tersedia di Google Play Store, siap diunduh.

 Dari segi jumlah armada, ojol ini jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan dua market leader yang hadir lebih awal. Memang Ojesy belum bisa dibandingkan dengan Go-Jek dan Grab yang sudah besar dan luas. Tapi Ojesy hadir dengan konsep yang spesifik. Semua drivernya wanita. Itu artinya mereka menyediakan solusi yang pas buat kaum Hawa yang tidak ingin dibonceng driver laki-laki.

Ojesy didirikan oleh Evilita Adriani dan Reza Zamir pada tahun 2015 di Surabaya. Pada saat ini, transportasi berbasis aplikasi itu sudah memiliki 600 mitra pengemudi yang tersebar di 25 kota di Tanah Air. Kota-kota itu adalah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Madiun, Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta. Setahun kemudian, armada mereka bertambah di 6 kota, yaitu Makassar, Purbalingga, Purwokerto, Banjarnegara, Bojonegoro, dan Cilacap.

Pihak Ojesy memberlakukan beberapa persyaratan bagi kaum perempuan yang mau bergabung menjadi mitra pengemudinya. Syarat standarnya seperti diterapkan ojol lainnya: memiliki SIM C, smartphone, dan tentunya kendaraan motor dengan berkas lengkap. Di luar itu, ada syarat yang lebih detail, yaitu para calon pengemudi harus Muslimah yang berjilbab dan berpakaian longgar, terutama ketika beroperasi. Bahkan, pengemudi Ojesy juga harus mendapat restu dari keluarga berbentuk surat izin bermaterai Rp6 ribu dan fotokopi identitias pemberi izin (bapak, suami, atau saudara).

Ojesy memiliki tiga layanan ojek on-demand, mulai dari Order Sekarang, Order Booking, hingga Order Berlangganan. Namun, Reza mengatakan ia bakal memfokuskan pada layanan berlangganannya yang dirasa menjadi keunggulan Ojesy. “Kebanyakan orang tua yang order buat anak-anaknya sekolah. Di sini kita bias unggul karena orang tua akan merasa aman kalau perempuan yang bawa,” ujar Reza Zamir. Saat ini, Ojesy masih berfokus di kota-kota yang menjadi kawasan operasional. Pihaknya belum berencana mengembangkan layanannya itu ke kota lain dalam waktu dekat.             “Kita akan buka di beberapa kota, tapi untuk sekarang kita fokus di 21 kota yang sudah buka. Kita kembangkan dulu-lah yang di sana,” ucapnya. Meski begitu, Ojesy tidak hanya menyasar konsumen beragama Islam. Layanan ini pada dasarnya ditujukkan untuk semua perempuan dan anak-anak. Untuk pengguna jasa anak laki-laki, Ojesy menetapkan batasan usia kelas 3 SD.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate