hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

Dr Fatmah, Riset Biskuit Lansia

JAKARTA-—Pandemi Covid-19 membuka hati Dt Fatmah untuk melakukan riset membuat biskuit khusus untuk mereka yang lanjut usia. Usia 60 tahun ke atas rentan terhadap penyakit ini dan patut diberikan asupan gizi agar imunitasnya kuat.

“Saya sudah melakukan riset membuat biskuit yang terbuat dari selai jeruk dan kacang almond dan siap untuk dikonsumsi lansia,” ujar Ketua Aging Center Universitas Indonesia ini ketika dihubungi Peluang, Senin (6/7/20).

Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Unversitas  dan Magister Gizi dari SEAMEO-TROPMED for Community Nutrition UI ini juga mengungkapkan lansia kerap terabaikan atau termarjinalisasi dari pemerintah maupun LSM.  Skala prioritas  tertuju pada kaum ibu dan balita.

Membuat inovasi pangan dengan cara riset menjadi keinginan kuat dari eraih doktor dari Fakultas Ekologi IPB ini. Dia juga berencana membuat snack bar dari buah mangrove yang dicampurkan dengan kedelai  untuk  lansia.

“Saya memang senang dengan membuat riset pangan karena ada produknya dibanding dengan membuat survei,” ucap Fatmah.

Ibu dari dua anak ini juga pernah membuat biskuit khusus untuk balita dan ibu hamil beberapa tahun yang silam. Risetnya sejak 2010 dengan membuat produksi biskuit dari sari kurma. Produksinya pernah mencapai 5-6 ton per bulan.

“Sayangnya tidak tertangani hingga akhirnya berhenti. Padahal sempat masuk pasar swalayan besar,” kata perempuan yang juga mengajar di Sekolah Ilmu Lingkungan UI ini.

Sebagai catatan, Fatma terlibat di berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Pernah menjadi Health Program Officer at Catholic Relief Service-Jakarta Field Office periode November 2003-Januari 2004, Health Program Manager at Catholic Relief Service-Jakarta Field Office periode Agustus-Oktober 2003 dan Program Officer for the Essential Reproductive Health Project yang didanai dari UNFPA di Kementerian Pemberdayaan Perempuan periode November 2001-Desember 2002 (Irvan Sjafari).

pasang iklan di sini