hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Thomas Djiwandono Ikut Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI di DPR Jumat

Anggaran Makan Gratis Dipastikan Wamenkeu Thomas Selaras RAPBN 2025
Wamenkeu Thomas M Djiwandono/dok.Gerindra

PeluangNews, Jakarta – Komisi XI DPR RI pada Jumat (23/1/2026) berencana menggelar sidang fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Salah satu yang akan mengikuti tes adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun membenarkan agenda tersebut. Saat ditanya status Thomas ‘masih’ menjadi anggota partai, Misbakhun menyatakan syarat sebagai calon deputi sepenuhnya sudah terpenuhi, termasuk mundur dari parpol.

“Saya sudah memastikan bahwa semua proses yang berjalan saat ini sudah proper secara aturan perundangan soal kemudian keanggotaan partai politik, kemudian sebagai pengurus partai politik sudah dipastikan bahwa sejak awal itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi-posisi yang ada pada keanggotaan di partai itu sudah tidak berjalan,” kata Misbakhun, politikus Golkar yang merupakan dari partai koalisi pemerintah.

Menurut dia, semua persyaratan sudah Thomas penuhi. Dia mengaku sudah mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.

“Saya sudah melakukan konfirmasi kepada beliau, kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia bahwa memang pengusulan itu datang dari Gubernur Bank Indonesia,” kata dia.

Misbhakun menilai Thomas memiliki kapabilitas dan track record yang cocok sebagai calon deputi.

“Aspek baik itu dalam dunia pemerintahan, dunia bisnis maupun kegiatan beliau di partai sebelum mengundurkan diri, sehingga menurut saya itu adalah sebuah track record yang kredibel. Beliau dalam kapasitas memadai untuk mengembang jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dari latar belakang keluarga dan latar belakang pendidikan beliau sangat memadai untuk itu,” jelasnya.

Munculnya nama Thomas Djiwandono menarik perhatian publik lantaran yang bersangkutan merupakan hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmj Dasco mengatakan munculnya nama Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI bukan usulan dari Presiden Prabowo, melainkan dari Gubernur BI.

“Kemudian presiden meneruskan surat gubernur BI itu kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test. Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” jelas Dasco di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2025).

Menurut Dasco, Thomas juga sudah mundur dari pengurus Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025.

“Jadi efektif 31 Desember 2025 sudah mengajukan pengunduran diri dari pengurus partai,” kata Dasco.

Munculnya nama Thomas Djiwandono dikhawatirkan ada intervensi dari Prabowo karena hubungan keluarga.Dasco memastikan hal tersebut tidak benar.

“Kalau dikatakan ada intervensi misalnya dari presiden pengusulan itu kemudian dari gubernur BI. Dan kemudian tentunya masyarakat perlu tahu bahwa pengambilan keputusan di BI itu adalah kolektif kolegial. Jadi ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain itu tidak mungkin,” tambah Dasco. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate