dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Dorong Pemerataan Kesejahteraan dan Ekonomi Berkeadilan

Peran Kopsyah BMI dalam melaksanakan tanggung jawab sosial memiliki landasan teologis dan etis yang kuat. Sudah 110 unit rumah layak huni gratis diberikan kepada anggota dan masyarakat yang membutuhkan.

KETIMPANGAN ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di tengah gegap gempita pembangunan infrastruktur. Ini tidak lepas dari dominasi segelintir orang atas aset produktif yang seharusnya terdistribusi secara proporsional. Padahal, secara jelas konstitusi mengamanatkan untuk menghadirkan keadilan demi memajukan kesejahteraan umum.

Kesenjangan ekonomi yang umumnya diukur dengan indeks Gini di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode September 2017 hingga Maret 2018 sebesar 0,389. Berdasarkan daerah tempat tinggal, rasio gini di daerah perkotaan sebesar 0,401 dan di daerah perdesaan sebesar 0,324.

Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) sebagai salah satu koperasi besar di Indonesia memiliki kepedulian tinggi untuk melakukan pemerataan kesejahteraan sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat. “Kopsyah BMI berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopsyah BMI.

Koperasi, dalam pandangan Kamaruddin, peraih Satyalancana Wira Karya 2018 dari Presiden ini bukan hanya berorientasi pada keuntungan semata tetapi merupakan alat untuk mendistribusikan kesejahteraan secara merata. Inilah yang membedakan dengan korporasi yang hanya mengejar laba (profit oriented).

Sebagai koperasi yang berlandaskan nilai keislaman, kepedulian Kopsyah BMI terhadap kemakmuran bersama memiliki landasan teologis yang kuat. Dasarnya adalah perintah dalam Al Quran Surat Al-baqarah ayat 215 yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 215).

Komitmen Kopsyah BMI bukan hanya hiasan bibir belaka tetapi dilaksanakan dengan aksi konkret. Salah satunya melalui pemberian rumah layak huni (RLH) secara gratis kepada anggota Kopsyah BMI dan masyarakat yang membutuhkan. Sampai September 2018, setidaknya sudah 110 RLH yang disalurkan dengan nilai per unit rumah mencapai Rp44,5 juta.

Kegiataan tanggung jawab sosial koperasi dengan memberikan rumah gratis boleh jadi merupakan satu-satunya di jagat perkoperasian di Tanah Air. Ini sekaligus mengikis anggapan bahwa koperasi hanyalah pelaku ekonomi kelas dua dan selalu mengharap bantuan dari pemerintah.

Kamaruddin menambahkan, dengan berbasis pada nilai teologis dan kesadaran etis koperasi pihaknya akan terus meningkatkan peran dalam melakukan redistribusi kesejahteraan. “Koperasi seharusnya menjadi motor untuk merealisasikan pemerataan kesejahteraan dan menghadirkan tatanan ekonomi yang berkeadilan,” ucap peraih Satyalancana Wira Karya tahun 2018 dari Presiden RI ini.

Kinerja Terus Tumbuh

Sejalan dengan realisasi aksi sosial yang secara reguler dilakukan Kopsyah BMI melanjutkan kinerja yang kinclong. Sampai Agustus 2018, permodalan tumbuh 17% secara year to date (YTD) menjadi Rp179,66 miliar dibanding Desember 2017 sebesar Rp153,58 miliar. Akumulasi penyaluran pembiayaan tumbuh 18% menjadi Rp2,94 triliun dari Rp2,50 triliun di akhir tahun lalu. Sementara Simpanan tumbuh sebesar 20% menjadi Rp143,67 miliar.

Kinerja keuangan Kopsyah BMI yang tetap membiru di tengah kelesuan ekonomi menandakan usahanya dapat dikelola secara optimal. Kopsyah tetap dapat menyalurkan pembiayaan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Hal itu diimbangi dengan kecukupan likuiditas dan permodalan yang tetap kokoh.

Sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan, penetrasi dan jangkauan pelayanan semakin meluas. Cabang Pembantu bertambah menjadi 41 unit dari sebelumnya 37, dan Desa Terlayani menjadi 517 dari sebelumnya 482. “Alhamdulilah, kinerja Kami terus bertumbuh dan memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat,” pungkas Kamaruddin.

Kepercayaan anggota terhadap Kopsyah BMI semakin meningkat. Ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah anggota dari 130.581 orang di akhir 2017 menjadi 137.765 orang pada akhir Agustus 2018.

Atas peran ekonomi dan sosial yang telah dilakukan, beragam penghargaan pun disandang Kopsyah BMI antara lain Koperasi Besar Terbaik dalam CSR dan Koperasi Penggerak Pembangunan 2017. Ke depan, Kopsyah BMI akan terus berperan dalam upaya pemerataan kesejahteraan melalui optimalisasi kinerja dan aksi-aksi sosial seperti yang selama ini sudah dilakukan.  (Drajat)