JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan Nilai Tukar Petani secara nasional September 2021 mencapai 105,68. Capaian ini naik 0,96 persen dibanding NTP bulan sebelumnya, yaitu sebesar 104,68.
Dengan demikian sejak Juli 2020, NTP selalu berada di atas angka 100 dan sejak Januari 2021 di atas angka 103.
Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan Kenaikan NTP pada September dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,91 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,05 persen.
“Secara nasional, NTP Januari sampai dengan September 2021 adalah sebesar 103,71 dengan nilai It sebesar 111,73 sedangkan Ib sebesar 107,73,” ujar, dalam video conference, Jumat (1/10/21).
Sementara Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan Kenaikan tersebut didorong sedang terjadi panen raya di subsektor tanaman pangan, yang harga jual di tingkat petani juga tinggi.
Komoditas jagung saat ini memang dalam kondisi panen raya, yang terjadi hampir di semua sentra produksi terutama di beberapa pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.
“Begitu juga dengan kondisi di luar pulau Jawa yang sedang panen raya di mana-mana. Pulau Sulawesi dan Kalimantan adalah dua propinsi sentra yang menghasilkan produksi jagung dalam skala besar. Kami senang komoditas ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan,” katanya, Jumat 1/10/21).
Dia mengajak segenap aspek pemerintahan pusat dan daerah, menjaga momentum seperti ini melalui dukungan terhadap para petani yang sedang berproduksi.








