Mimpi Kopdit Pintu Air memiliki usaha pom bensin yang terpendam selama tiga tahun akhirnya terealisasi dengan dimulainya peletakan batu pertama. Kehadirannya bakal berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
KSP Kopdit Pintu Air semakin menunjukkan tajinya dalam menggerakkan sektor produksi melalui pembangunan dua SPBU yang terletak di Dusun Bao L’Oran, Desa Nita Kabupaten Sikka dan Desa Dulipali Kecamatan Ile Bura, Flores Timur NTT. Pembangunan SPBU itu dimulai dengan peletakan batu pertama.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano mengatakan pembangunan SPBU sudah direncanakan sejak 2018 lalu namun terkendala berbagai hal. Kini, dengan kebersamaan dan kerja sama sejumlah pihak, mimpi itu dapat diwujudkan.
“Berkat Tuhan dan para leluhur kita boleh bersukacita kerena telah melakukan peletakan batu pertama di dua lokasi pembangunan,” ujar Jano, usai peletakan batu pertama pembangunan SPBU di Nita.
Peletakan batu pertama pembangunan SPBU di Desa Dulipali, Flores Timur dilakukan pada 11 Juni lalu yang diawali dengan seremonial adat oleh tua adat dan dilanjutkan dengan ibadah pemberkatan oleh Pastor Paroki Hokeng. Sedangkan peletakan batu pertama di lokasi kedua di Desa Nita, Sikka dilakukan pada 17 Juli 2021 yang dihadiri oleh Direktur dan Manajemen dari 8 anak cabang KSP Kopdit Pintu Air serta jajaran Pengurus, Pengawas dan Manajemen Kantor Pusat.
Dimulainya pengembangan bisnis SPBU menambah panjang deretan sektor usaha produksi yang digarap kopdit terbesar di Indonesia dari sisi anggota tesebut. Sebelumnya, kopdit yang awalnya didirikan oleh 50 orang ini sudah memiliki beberapa usaha sektor riil yakni usaha swalayan, penerbitan media, jasa trasnportasi, minyak kelapa, garam, usaha jasa pariwisata Pintar Asia Beach, dan usaha pertanian terpadu (Agro Foresty).
Seperti usaha sektor riil yang sudah berjalan, bisnis SPBU ini akan dikelola oleh anak perusahaan Kopdit Pintu Air yaitu PT Pintar Sumber Energi. Pengelolaan usaha oleh perusahaan hasil spin off itu akan lebih fokus dan memberi dampak positif untuk koperasi, anggota, dan masyarakat pada umumnya.
Keseriusan Kopdit Pintu Air mengembangkan usaha di sektor riil merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen spin off sesuai dengan hasil RAT. Melalui pengembangan usaha di sektor energi tersebut, perekonomian daerah diyakini akan semakin dinamis. Mobilitas masyarakat pun akan meningkat sejalan dengan mudahnya mengakses fasilitas bahan bakar kendaraan. Selain itu, akan membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat dan dapat menjadi area pemasaran produk-produk unggulan daerah.
Jano menambahkan, sektor riil kini menjadi andalan selain usaha simpan pinjam yang lebih dulu mapan. Agar pengembangan usaha berjalan lancar, ia meminta dukungan dari seluruh jajarannya, terutama dari para pimpinan anak usaha Kopdit Pintu Air yang menangani langsung operasional usaha sektor riil tersebut.
“Pengembangan pada sektor riil menjadi andalan kita. Oleh karenanya para pimpinan harus betul- betul tangguh dan punya komitmen tinggi untuk memajukan sektor riil tersebut. Bila perlu horo (terbang, bahasa Sikka),” ungkap Jano.
Sementara itu, Direktur PT Pintar Sumber Energi, Robertus Belarminus mengatakan banyak SPBU berada di kota. Sementara di wilayah kecamatan masih kurang.
“Program Pertamina jangka panjang bahwa di setiap kecamatan harus ada SPBU untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan dan peluang ini ditangkap Kopdit Pintu Air,” jelas Robert.
Agar usaha SPBU ini lancar, Robert mengharapkan dukungan nyata dari anggota dan masyarakat. Baginya semua unit usaha yang dikelola perusahaan pada akhirnya akan bermuara para kesejahteraan anggota. Dengan perincian administrasi yang jelas dan terukur nantinya para anggota akan menikmati hasil yang optimal. “Para anggota tidak perlu ragu karena di tiap PT punya administrasi sendiri dan mudah untuk dikontrol,” katanya.
Masyarakat setempat menyambut baik akan didirikannya SPBU di daerah mereka. Seperti dikatakan Kepala Desa Dulipali, Thomas Tukan. Dalam sambutan saat acara peletakan batu pertama, Thomas mengatakan bahwa Kopdit Pintu Air datang membawa cinta kepada masyarakat di dua kecamatan yakni Wulanggitang dan Ile Bura.
“Kehadiran SPBU di perbatasan antara Kecamatan Wulanggitang, Boru-Hokeng dan Ile Bura dan lebih khusus lokasi SPBU di RT 008 Desa Dulipali pasti memberikan peluang ekonomi dan menggairahkan kembali ekonomi masyarakat setempat akibat terpaan pandemi Covid-19,” ujarnya.
Thomas berharap, didirikannya SPBU jangan hanya mengejar profit tetapi juga harus mempertimbangkan tujuan sosial yaitu membantu masyarakat kecil. Caranya, mereka diizinkan untuk menjual hasil kebun seperti pisang, pepaya dan lain-lain di area masuk SPBU. Dengan begitu, SPBU akan memiliki peran ganda, selain pusat keuntungan juga menjalankan misi pemberdayaan usaha masyarakat.
Gebrakan Kopdit Pintu Air mengembangkan usaha ke sektor riil seperti terjun ke bisnis SPBU patut mendapat apresiasi. Ini karena akan memperluas pangsa pasar koperasi sekaligus membuktikan kepada khalayak bahwa lembaga sokoguru perekonomian bisa unjuk gigi menopang pertumbuhan ekonomi dan membantu masyarakat. Semoga langkah kopdit terbesar ini akan diikuti oleh KSP lain sesuai dengan arahan pemerintah agar koperasi lebih banyak berkecimpung di sektor produktif.





