BATU—Kota Batu di Jawa Timur punya Dinas Perkuean. Tetapi itu bukan bagian dari Pemerintahaan Kotamadya Batu, namun bisnis kuliner di bidang perkuean yang dimiliki Ahmad Nafidz bersama Sang istri.
Nafidz mempunyai minat besar dalam mengelola UMKM dan kami sekeluarga suka makan kue basah. Akhirnya atas anjuran seorang kawan, pasutri ini membuka gerai di Kota Batu empat bulan lalu dengan odla awal Rp15 juta dan semua resep dari mereka.
Dalam waktu singkat Dinas Perkuean memiliki dua gerai di Jalan Diponegoro nomor 63 dan nomor 7. Nafisz menyebut memakai nama unik ini, terinspirasi dari lembaga-lembaga pemerintahan daerah. Varian produksinya sekitar 40 jenis dengan harga Rp3.000 per buah. Penjualan harian antara 500 hingga 700 pieces. Mereka melibatkan 15 tenaga kerja.
“Alhamdulillah masuk bulan ke 4 kami berencana membuka gerai yang ke 3. Kami merasa bahwa produk kami telah tersedia pasarnya. Hanya masih harus ada pertimbangan delivery, hingga memperbanyak gerai adalah cara yang kami pilih,” ujar pria kelahiran 1981 ini pada Peluang, Kamis malam (25/3/21).
Pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak bagi usaha. Apalagi Nafidz menggunakan jurus free delivery. Ke depan, dia berencana memiliki setidaknya 6 atau 7 gerai di Batu. Selanjutnya kami ingin membuka di kota lain berdekatan dengan Batu, serta menambah varian hingga 80 jenis (Van).








