hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Didukung Teknologi Digital, Kopdit Pintu Air Kembangkan Usaha Hortikultura

Pola irigasi tetes yang dibantu teknologi IoT Device akan meningkatkan kapasitas produksi pertanian seperti cabai dan tomat.

Kopdit Pintu Air terus melakukan gebrakan dengan memperluas usaha di sektor riil produktif. Terbaru, Kopdit terbesar di Indonesia ini tengah mengembangkan bisnis tanaman hortikultura yaitu tomat dan cabai di lahan seluas 3 hektare di Wairita, Kecamatan Waigete, 8 Km arah timur Kota Maumere, Pulau Flores NTT. Diversifikasi usaha ini sejalan dengan program Kemandirian Pangan yang digadang-gadang oleh pemerintah.

Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengungkapkan, diversifikasi usaha itu telah mempertimbangkan semua aspek. Sebab, jika hanya fokus pada usaha simpan pinjam saja akan terjebak pada konsumerisme. “Kami terus mengembangkan usaha produksi termasuk di tanaman hortikultura untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar Jano dalam RAT ke-25 Kopdit Pintu Air di Maumere NTT.

Yang menarik, koperasi dengan anggota sebanyak 250.450 orang ini menggunakan teknologi digital dalam proses produksinya agar menuai hasil yang optimal. Usaha pertanian ini dikelola dibawah bendera anak usaha Kopdit Pintu Air yaitu PT Pintar Agro Forestri.

Manajer PT Pintar Agro Forestri, Yance Maring, menjelaskan pengembangan tanaman hortikultura yang dilakukan pihaknya mengadopsi teknik IoT device. Dengan menggunakan aplikasi ponsel berbasis android, petani dapat memantau unsur hara, kelembaban tanah, suhu, bahkan prakiraan cuaca. Ini selangkah lebih maju dari teknologi sebelumnya yaitu SMS device yang hanya bisa mengendalikan irigasi.

“Teknologi IoT Device lebih efektif karena pengairan lebih terukur, unsur hara tanah bisa dideteksi, sehingga produksi bisa lebih bagus. Teknologi sebelumnya hanya bisa memudahkan pengairan,”imbuh Yance Maring.

Perangkat IoT Device ini dirancang sendiri selama sebulan dengan investasi sebesar Rp300  juta yang dapat dimanfaatkan selama lima tahun. Implementasi teknologi berbasis digital ini diyakini dapat menggenjot produksi pertanian hortikultura.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki yang ikut serta menanam cabai dan tomat di Wairita menyampaikan apresiasi kepada Kopdit Pintu Air yang telah mengembagkan pertanian modern dengan pola irigasi tetes. ”Ini sudah masuk ke pertanian modern dengan sistem irigasi tetes yang hemat air, hemat pupuk, dan cocok untuk tanah NTT yang memang tofografinya kering. Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi,” pungkas Teten.

Penggunaan teknologi pertanian tepat guna seperti yang dilakukan Kopdit Pintu Air akan sangat menolong nasib petani. Dengan produksi yang berlimpah, kebutuhan masyarakat akan terpenuhi dan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas.  (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate