KBQ Baburrayyan mengekspor 90 persen produk kopinya ke Amerika Serikat (AS) dan 10 persen ke Eropa dan negara tetangga, Australia serta negara Asia lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tengah mencatat bahwa produksi pada 2019 kopi jenis Arabika mencapai 34.608,8 ton, sementara kopi jenis robusta mencapai 446, 5 ton. Bagi petani di kawasan ini, khusus dataran tinggi Gayo, kopi jenis Arabika ini merupakan sesuatu yang penting. Kopi jenis Arabika ini mempunyai kualitas ekspor.
Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan yang bermarkas di Takengon, Aceh Tengah membuat petani kopi Aceh mampu melakukan ekspor. Awalnya ketika berdiri pada 2002, KBQ Baburrayyan bergerak di bidang simpan pinjam, kemudian beralih dan bergerak bidang sektor riil yaitu bidang processing atau mengolah biji kopi dari awal pemetikan hingga pengeringan, juga bidang perdagangan kopi.
Saat ini jumlah anggota mencapai 4.260 petani kopi organik dengan luas lahan seluas 5.590 hektar yang tersebar di dua kabupaten yaitu di Kabupaten Aceh Tengah dengan 3.064 anggota dan luas lahan 3.509 hektar, serta di Kabupaten Bener Meriah dengan 1.196 anggota yang memiliki lahan seluas 2.079 hektar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberi apresiasi KBQ Baburrayyan yang telah terbukti melakukan ekspor. Pada kunjungan ke markas koperasi ini di Takengon, Aceh Tengah pada 17 Juni lalu, Menteri memberikan kesempatan kepada koperasi ini untuk mensuplai kopi sebanyak 2.280 kg ke Yokohama Jepang, Shanghai, China sebanyak 10.500 kg, Takoma AS sebanyak 8.400 kg dan ke Hamburg Jerman sebanyak 2.820 kg.
Ketua KBQ Baburrayyan Rizwan Husein menyampaikan selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan volume ekspor, di mana sebelumnya bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 ton per tahun, tetapi pada tahun 2020 hanya ekspor 499,2 ton dengan nilai Rp35,6 miliar.
Namun pada 2021 hingga Juni ini, KBQ Baburrayyan bangkit dan mampu mengekspor sebanyak 57 ton dengan nilai Rp4,2 miliar. Dalam kunjungan, Menkop ikut melepas 5 kontainer dengan sebanyak 96 ton dengan nilai Rp6,5 miliar.
Prestasi KBQ Baburrayyan diakui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) dengan mengucurkan bantuan dana bergulir kepada koperasi sebesar Rp10 miliar.
Bantuan tersebut merupakan upaya membangkitkan koperasi dari ancaman kematian ekonomi akibat krisis pandemi Covid-19, menjadi koperasi yang berhasil mengekspor biji kopi ke berbagai negara.
“Bantuan dana bergulir dari Lembaga Pengelola dana Bergulir (LPDB) KUMKM telah menyelamatkan koperasi,” ungkap Rizwan dengan penuh semangat memaparkan kinerjanya.
Bantuan dana itu menjadikan KBQ Baburrayyan sebagai salah satu koperasi pemasok biji kopi untuk gerai kopi asal Amerika Serikat.
Rizwan menjelaskan, kopi yang dihasilkan KBQ Baburrayyan ini yaitu 100 persen dibeli dari petani, dan setelah diproses menghasilkan grade 1,85 persen dan non-grade 15 persen. Untuk grade pertama seluruhnya diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa, sedangkan non-grade dijual ke pasar lokal.
Untuk pasar ekspor, jelas Rizwan, KBQ Baburrayyan mengekspor 90 persen ke Amerika Serikat (AS) dan 10 persen ke Eropa dan negara tetangga, Australia serta negara Asia lainnya. Salah satu pasar ekspor kopi KBQ Baburrayyan adalah Starbucks Coffee Company yang berkantor pusat di Seattle, AS.
“Starbucks merupakan pembeli terbesar di dunia, karena mereka memiliki hampir 33.000 gerai kopi,” kata Rizwan.
Untuk dapat masuk ke pasar Starbucks biasanya para koperasi eksportir harus melalui broker yang sudah dikenal oleh Starbucks. Tetapi berbeda dengan KBQ Baburrayyan yang bisa memasok langsung ke Starbucks tanpa melalui broker dan satu-satunya koperasi di Indonesia yang dapat menjual langsung ke pasar Starbucks Coffee Internasional.
“Saat ini Starbucks membuka gerai super eksklusif dengan nama Starbucks Reserve di mana di Indonesia hanya terdapat di Medan dan Bali,” pungkas Rizwan (Irvan).








