hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Di Awal Tahun, 9 Perusahaan Raksasa PHK Ribuan Karyawan

Tampaknya, Amazon akan tercatat sebagai salah satu pelaku rasionalisasi terbesar. Mereka rencananya akan memangkas karyawan hingga 18.000 orang.

SEDIKITNYA sembilan perusahaan teknologi dunia mem-PHK-kan karyawan di awal tahun 2023. Beberapa di antaranya merupakan raksasa teknologi yang sudah sangat dikenal. Badai PHK terus berlangsung di sejumlah perusahaan dunia. Alasan pemangkasan tenaga kerja pada dasarnya klasik dan tak jauh berbeda. Berikut daftarnya:

1. Salesforce. Ini perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam rangka mengurangi biaya serta merampingkan operasinya dalam menghadapi tahun 2023, mereka merumahkan sekitar 10% tenaga kerjanya. Salesforce mempercayai langkah ini sebagai perencanaan kesuksesan jangka panjang.  

2. Coinbase. Platform perdagangan mata uang kripto itu menyatakan akan memberhentikan sekitar 20% karyawannya. Alasannya, untuk mengurangi biaya operasional pasca penurunan pasar kripto. Pada Juni 2022, mereka juga telah memangkas sekitar 1.100 karyawan. Kepala Eksekutif Coinbase Brian Armstrong menyebut bahwa keruntuhan FTX menimbulkan kekacauan di seluruh industri kripto. Kabar buruknya, hal tersebut juga sangat berdampak pada Coinbase.

3. Microsoft. Pemangkasan karyawan dilakukan di awal tahun tahun 2023 ini. Perusahaan yang berdiri sejak 1975 itu pada pekan lalu telah mengumumkan PHK besar-besaran sekitar 10.000 orang. CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan bahwa perusahaan berencana melakukan perubahan yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Sebelumnya, baru sekitar 800 karyawan yang diberitahu, namun angka 10.000 tersebut akan diselesaikan hingga akhir Maret mendatang. Sekadar informasi, saat ini Microsoft memiliki lebih dari 220.000 karyawan.

4. Alphabet. Induk Google ini memangkas 12.000 karyawannya. Hal ini terjadi pasca-PHK serupa yang dilakukan raksasa teknologi lainnya seperti Amazon hingga Microsoft. CEO Alphabet, Sundar Pichai, mengemukakan bahwa pemangkasan tenaga kerja ini sebagai respons atas realitas ekonomi yang berubah, yang cukup mempengaruhi operasional perusahaan.

5. Spotify. CEO Spotify, Daniel Ek, mennyatakan bahwa pihaknya mengurangi staf sekitar 6% atau kurang lebih 600 karyawan. Pemangkasan karyawan ini bukanlah yang pertama kali bagi Spotify. Tahun lalu sekitar bulan Oktober mereka juga memberhentikan 40 tenaga kerja, tepat setelah memangkas podcast eksklusifnya.

6. Intel. Telah dikonfirmasi mereka akan memangkas hingga 544 posisi di California. Perusahaan ini berencana menurunkan USS3 miliar anggaran tahunan 2023. Kebijakan tersebut diambil menyusul penurunan pendapatan Intel yang hanya bmencapai 20% di tahun 2022. Sehingga, memangkas karyawan sebagai upaya penghematan biaya.

7. IBM. Perusahaan teknologi ini memutuskan melakukan pengurangan tenaga kerja akibat prospek ekonomi global yang melambat dan permintaan produk yang berkurang. IBM sendiri menyampaikan akan memangkas sekitar 3.900 tenaga kerja atau setara 1,5% dari total karyawannya.

8. SAP Seperti IBM, raksasa perusahaan perangkat lunak asal Jerman SAP juga merencanakan PHK terhadap 3.000 pekerja. Mereka berencana untuk memulai sejumlah program baru guna memperkuat bisnis inti pada 2023. Program tersebut diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 2,5% karyawan SAP. Untuk saat ini, mereka memiliki 120.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia. 9. Amazon. Tampaknya Amazon akan tercatat sebagai salah satu yang terbesar. Mereka rencananya akan melakukan pemangkasan karyawan hingga 18.000 orang. Angka tersebut termasuk PHK yang dilakukan pada November 2022 lalu. Sama halnya dengan perusahaan lain, dampak ekonomi global masa pandemi menjadi salah satu penyebabnya. Selain deretan nama di atas, sejatinya masih cukup banyak perusahaan teknologi lainnya yang juga melakukan PHK di awal tahun 2023 ini, di antaranya DotDash, Confluent, Luno, dan Shutterfly.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate