
PeluangNews, Jakarta-Tokoh pengusaha nasional sekaligus aktivis pemberdayaan perempuan, Dewi Motik Pramono, menyatakan dukungannya dengan menjadi penasihat Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia (IMII).
Kehadiran Dewi Motik diharapkan memperkuat peran organisasi dalam mendorong kemandirian perempuan Muslim berbasis nilai-nilai Islam.
Dewi Motik menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasari oleh landasan organisasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalankan program dan kegiatan. Menurutnya, perempuan Muslim memiliki banyak teladan kuat yang telah dicontohkan dalam sejarah Islam.
“Semua dasar gerakan ini berlandaskan Al-Qur’an. Kita tidak perlu ragu, karena Islam sudah memberikan banyak teladan perempuan yang kuat dan berani,” ujar Dewi Motik, saat ditemui PeluangNews, di acara halal bihalal DPP IMII, Jumat (3/4/2026).

Ia mencontohkan sejumlah tokoh perempuan dalam Islam yang menjadi inspirasi, seperti Khadijah binti Khuwailid yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan pendukung dakwah Nabi Muhammad, serta Maryam yang menjadi simbol keteguhan iman.
Selain itu, ada pula Asiyah binti Muzahim yang tetap teguh mempertahankan keimanannya meskipun berada di bawah kekuasaan yang zalim.
Menurut pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini, keteladanan para tokoh perempuan tersebut menunjukkan bahwa perempuan Muslim memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam pembangunan, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.
“Jika kita berpegang pada Al-Qur’an dan nilai Islam, maka langkah organisasi akan berjalan dengan baik. Pegangan kita sudah jelas, sehingga tidak perlu ragu dalam bergerak,” katanya.
Kehadiran Dewi Motik sebagai penasihat dinilai menjadi penguatan strategis bagi Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia, termasuk pengalaman panjangnya dalam membina usaha kecil dan menengah serta organisasi perempuan.
Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia sendiri diharapkan menjadi wadah perempuan Muslim untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat solidaritas, serta mendorong kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional berbasis nilai-nilai Islam.








