LOMBOK BARAT—Mendapat cobaan berkali-kali tidak membuat Satriasyah Haris Sanjoko patah arang. Pada saat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda bencana alam berapa tahun lalu, dilanjutkan dengan pandemi Covid-19, omzet usahanya Arista’s Kitchen anjlok, nyaris tidak mendapat masukan.
Satriasyah bersama istrinya kemudian berupaya mencari usaha yang tidak terdampak bencana. Hasilnya tiga sektor, yaitu pertanian, kesehatan dan kelautan.
“Kami mencoba menjual sembako, namun setelah dijalani membutuhkan ruang luas, untungnya sedikit hingga kami tinggalkan. Sementara bidang kesehatan tidak jadi pilihan,” ujar warga Desa Midang, Kabupaten Lombok Barat ini.
Akhirnya mereka memilih bidang kelautan dan perikanan karena melihat peluang usaha yang bagus seiring dengan dengan program pemerintah (JPS 2020). Dirinya pun ambil bagian dengan membawa nama Arista’s Kitchen.
“Seiring waktu,kami putuskan membuka usaha baru tetap di bawah bendera Arista’s kitchen, yang suadh banyak custumer ) dengn nama Bale Bahari Lombok dengan Brand merk “BOBB MARLIN” Berbagai Olahan Bale Bahari ikan Marlin
Produk pertama BOBB MARLIN adalah Bakso ikan Marlin Satriasyah mengaku tidak memiliki dasar sebagai chef, tetapi ia dan istrinya mencari ilmu secara autodidak.
Mereka mulai menjual ke pemerintahan untuk menawarkan produk dan mendapat info pelatihan pegolahan ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB di BP3KP, sehingga mendapatkan cara, resep hingga teknik pengolahan hasil laut khususnya daging ikan.
“Produk kami mulai banyak seperti sate ikan/pusut khas lombok,nugget ikan,siomay goreng,kukus ,otak-otak panggang dan goreng, tahu bakso,ikan pindang presto dan semua menggunakan ikan marlin,” sebut dia seraya mengatakan memperoleh bahan baku daging ikan dari cold storage terakreditas dalam bentuk daging ikan fillet.
Dalam sehari mereka mengolah olahan ikan sekitar 10kg. Sementara produknya dijual mulai dari Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per pieces. Pemasaran dilakukan secara daring dengan menggunakan marketplace hingga media sosial dan mempunyai angkringan BOBB Marlin di Jalan Adi Sucipto, Ampenan.
Setiap bulan Arista’s Kitchen meraup omzet antara Rp6 hingga Rp8 juta. Pesanan juga datang dari dari Pulau Jawa dan Bali, Makassar hingga Papua (Irvan).





