JEPARA-—Kabupaten Jepara kondang tidak saja di Indonesia, tetapi juga di dunia karena kerajinan kayu dari berbagai jenis, terutama untuk furniture dengan seni ukirnya sebagai kekuatannya. Usaha kerajinan kayu dilakukan secara turun-temurun.
Sekalipun kerajinan kayu boleh dibilang masih eksis untuk furniture, namun tetap diperpulkan orang kreatif agar kerjianan kayu ini tidak stagnan atau itu-itu saja.
Salah seorang kreatif itu adalah pendiri D’effina Art bernama Abdul Misan. Kerajinan yang berbasis di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara ini memproduksi peralatan dapur kayu, perlengkapan ruang makan, furniture dapur, dan lain-lain dengan desain yang menarik, unik, dan harga yang terjangkau.
D’effina Art memproduksi berbagai peralatan dapur handmade dari kayu jati kelas A dengan standar kualitas ekspor. Namun untuk proses finishing, Kerajinan ini menggunakan bahan ramah lingkungan dan food grade, terdiri dari minyak bunga matahari dan produk bio polis, lilin lebah, biovarnish, dan minyak skyyd, produk ikea) yang telah direkomendasikan untuk diekspor.
Anak muda kelahiran 1990 merintis usahanya bermula dari home furniture, seperti banyak perjain lain sejak 2015 silam.. Baru pada 2018 Misan memutuskan fokus pada pembuatan alat-alat dapur dari bahan kayu sejak 2018 lalu.
“Pada waktu dulu kami mempunyai banyak sisa papan kayu jati yang sekiranya kami buat produksi furniture sudah tidak bisa. Singkat cerita kami dapat tawaran suplai pegangan cookpand dan spatula salah satu produk beberapa pabrik di Semarang berkat refrensi dari pengguna yang pernah beli furniture dari kami,” ujar Misan kepada Peluang melalui Whatsapp, Kmais (2/9/21).
Pria yang hanya tamat SD ini mengaku hanya bermodal nekat. Sejak awal dia dan istrinya mempunyai alat produksi karena memang Misan awalnya berprofesi sebagai tukang kayu yang membeli perlatan secara cicilan jika ada rezeki lebih.
“Pada 2017 usaha saya sempat kolaps modal habis karena menjalankan proyek interior yang memang pembiayaan proyeknya macet dan tagihan sulit. Dari sini saya memanfaatkan bahan-bahan sisa kayu untuk produksi alat makan home made,” kenang dia
D’effina Art memproduksi alat dapur yang meliputi sendok dan garpu masing-masing terdapat 30 macam model desain sendok, centong nais, centong sayur, sumpit, talenan, piring, mangkok, nampan, gelas, cangkir dan sebagainya yang kalau ditotal lebih dari 20 item jenisnya.
“Untuk produksi kami dominan pasar lokal menengah keatas, seperti proyek resto Jepang dan beberapa resto-resto lainnya untuk pasar ekspor kami hanya sebatas suplai ke beberapa pabrik di Jepara, Semarang dan Cirebon. Selain itu kami mempunyai beberapa reseller yang menjual produksi kami di beberapa marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Blibli fan Lazada,” papar Misan.
D’effina Art pada saat ini memproduksi 2.000 set sendok, untuk mangkok dan piring 300 set pada saar pandemi. Jumlah itu karena produksi anjlok sebanyak 70 persen sebelum pandemi dan seharusnya lebih besar. Jumlah ini naik sedikit demi sedikit,
Berkat ketekunannya usaha ini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia. Di antaranya mengikuti event seperti UMKM Gayeng Mei 2021 di Mal Paragon, Semarang, GERNAS GBBI Festival Joglo Semar di venue Candi Borodur dan sebagainya.
“Untuk ke depan kami sedang mempersiapkan diri utk membuat legalitas usaha berbadan hukum(CV) dan legalitas lainya untuk menembus pasar ekspor yang bisa dikatakan, kami mulai dari titik nol dengan modal nekat dan mudah-mudahanan tahun depan bisa menambah tempat produksi lagi dan bisa mencapai target kuota ekspor,” pungkasnya (Irvan).





