hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Dedi Bongga: Spiritualitas dan Kepatuhan Regulasi Kunci KSP Balota Bertahan 80 Tahun

Dedi Bongga: Spiritualitas dan Kepatuhan Regulasi Kunci KSP Balota Bertahan 80 Tahun
Ketua Pengurus KSP Balota Dedi Bongga: Spiritualitas dan Kepatuhan Regulasi Kunci Balota Bertahan 80 Tahun/dok.peluangnews.id

PeluangNews, Tana Toraja — Ketua Pengurus KSP Balota, Drs. Dedi Bongga, menegaskan bahwa spiritualitas dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci utama koperasi tersebut mampu bertahan lebih dari 80 tahun.

Menurut Dedi, nilai spiritualitas menjadi fondasi pertama dalam menjaga amanah organisasi.

“Yang utama adalah membangun spiritualitas. Ketika kita masih menomorsatukan Tuhan dalam setiap langkah, maka tidak mudah melakukan hal-hal yang menyimpang,” ucap Dedi dengan yakin, kepada peluangnews.id, di kantornnya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi pengurus KSP Balota yang berdiri sejak 1 Mei 1941.

Selain spiritualitas, Dedi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Mulai dari undang-undang perkoperasian, peraturan pemerintah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

“Pengurus hanya menjalankan keputusan RAT dan aturan yang berlaku. Kepatuhan itu yang kami jaga secara konsisten,” ujarnya, seraya menjelaskan RAT Tahun Buku 2025, akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 sebagai bentuk kepatuhan menjalankan regulasi dari pemerintah.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang menegaskan bahwa keputusan tertinggi berada di RAT.

Baca Juga: Berdiri di Era Kolonial, KSP Balota Kini Punya Aset Rp1,9 Triliun

Menurut Dedi, dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan justru menjadi tanda bahwa koperasi terus berkembang.

“Semakin dinamis sebuah organisasi, berarti ia sedang bertumbuh,” ujarnya.

Hingga 31 Desember 2025, KSP Balota mencatatkan 63 ribu anggota dengan aset menembus Rp1,9 triliun dan telah memiliki 56 cabang yang tersebar di tujuh provinsi.

Dedi menambahkan, membangun kepercayaan anggota menjadi pekerjaan yang tidak mudah, terutama di tengah perkembangan digitalisasi dan munculnya berbagai lembaga keuangan lainnya. Namun ia menegaskan, koperasi harus tetap menanamkan rasa memiliki kepada anggotanya.

“Koperasi ini milik anggota. Rasa memiliki itu bukan sekadar merasa punya, tetapi bertanggung jawab untuk menumbuhkan,” pungkasnya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate