dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

DD1, Kisah Satu Kilogram Cabai Jadi 12 Varian Sambel

Susilaningsih di Smesco Award 2018-Foto: Irvan Sjafari.

JAKARTA—-Pensiun sebagai PNS dari Dinas Perdagangan Surabaya pada 2011, tidak membuat Susilaningsih  enggan untuk bekerja keras. Justru dia ingin menjadikan hobinya memasak untuk mencari penghasilan, sehingga perempuan kelahiran  5 Februari 1955 tidak berpangku tangan sebagai ibu rumah tangga.

Gagasannya membuat sambel  yang berbeda  dengan sambel  yang biasanya digunakan untuk memasak atau dijual secara kemasan. Bermodal satu kilogram cabai peraih magister dari sebuah universitas di Surabaya ini melakukan berbagai eksperimen untuk meracik sambel. Mulanya hanya mengulek saja.

“Kalau dihitung dengan uang modalnya hanya Rp50 ribu untuk satu kilogram cabai dan bahan baku lainnya. Hasilnya hanya cukup untuk membayar karyawan. Mulanya hasil yang didapat hanya cukup membayar gaji karyawan,” tutur dia kepada Peluang, Sabtu lalu di sela-sela acara Smesco Award 2018.

Namun rupa-rupanya sambel produksinya banyak disukai orang.  Dari satu kilogram cabai kemudian menjadi 10 kilogram cabai, kemudian membeli mesin produksi. Mulanya hanya 4 varian sambel, yaitu   sambal Surabaya ekstra pedas, sambal teri, sambal ikan peda dan sambal ikan jambal.  Kemudian variannya terus bertambah menjadi 12.

“Sekarang kami sudah ekspor ke Los Angles, Amerika Serikat. Omzet tertinggi yang pernah kami raih mencapai Rp100 juta per bulan,” ujar Susilaningsih.

Brandnya Dede Satoe, ternyata diilhami dari nomor alamat rumahnya di Jalan Tenggilis Timur Surabaya. Susilaningsih berencana untuk membuat produk sambelnya dalam botol beling agar lebih awet untuk ekspor, tidak lagi botol plastik.

Untuk kebutuhan bahan utama seperti  cabai dan bawang merah, dia  memasoknya dari wilayah sekitar Jawa Timur seperti Madura, Jombang, Kediri dan Trenggalek.

Dia setidaknya membutuhkan 100 kg cabai untuk bisa memproduksi 100 kg sambal atau sekitar 500 botol per harinya untuk total semua macam sambal buatannya dengan omzet rata-rata per bulan mencapai Rp50 juta.

Suasana produksi sambel-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Kerja kerasnya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Hasilnya Susilaningsih mendapatkan penghargaan sebagai Wirausaha dengan Orientasi Ekspor pada Smesco Award 2018 (Irvan Sjafari).