
PeluangNews, Aceh Tamiang – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Peninjauan dilakukan di sela libur Tahun Baru sebagai bentuk komitmen pemerintah menghadirkan hunian yang layak, aman, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak.
Pembangunan huntara tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan ruang dan fasilitas. Menteri Dody menegaskan Kementerian PU siap mendukung penuh penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, nantinya juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” ujar Menteri Dody.
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bekerja sama dengan BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Progres pembangunan dilaporkan berjalan cepat, mulai dari pekerjaan pondasi hingga pemasangan atap modular.
Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengapresiasi kualitas serta kecepatan pembangunan huntara tersebut. Menurutnya, material yang digunakan tergolong premium dan layak huni.
“Pekerjaannya sangat cepat, baru tiga atau empat hari sudah berdiri seperti ini. Kami berharap huntara ini dapat menarik minat masyarakat untuk pindah dari tenda pengungsian karena jauh lebih layak dan manusiawi,” katanya.
Huntara di Aceh Tamiang direncanakan menampung sekitar 80 kepala keluarga (KK). Kawasan ini terdiri atas tujuh blok bangunan modular hunian dan satu blok tambahan dengan kapasitas 12 KK. Setiap blok mampu menampung hingga 48 orang atau 12 KK, dengan total daya tampung sekitar 336 orang dalam satu lokasi.
Seluruh kawasan huntara dilengkapi fasilitas pendukung, seperti toilet komunal, instalasi listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem bangunan modular dengan rangka baja ringan yang dirancang kuat, cepat dibangun, dan tetap nyaman bagi penghuninya.
Dengan metode konstruksi tersebut, pembangunan huntara di Gampong Bundar ditargetkan rampung pada awal Januari 2026. Kementerian PU berharap keberadaan huntara ini dapat memulihkan rasa aman dan kenyamanan warga, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.








