BOGOR— Awalnya Cucup Ruhiyat hanya salah seorang anggota perkumpulan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) yang membina banyak UKM di seluruh Indonesia, di mana salah satu bidang usaha yang berkembang baik adalah pembuatan tempe.
Di forum ini pria kelahiran Sukabumi 13 Mei 1978 ini kemudian belajar tentang usaha tempe modern dikelola dengan manajemen yang baik. Berkat ketelatenan dan kesungguhannya Cucup dengan modal Rp500 juta menyewa lahan dan membangun pabrik tempe modern, berikut peralatannya di Bojong Neros, Curug, Kota Bogor pada 2019.
“Akhir Desember 2019 pabrik ini beroperasi dan berkembang dan ternyata mendapatkan sambutan pasar yang bagus. Diperkuat 24 karyawan, setiap bulan produksi tempe dengan brand Rumah Tempe Azaki ini mampu mengekspor 14 ton tempe ke Jepang dengan nilai Rp380 juta,” ungkap Cucup kepada Peluang, Senin (18/10/21).
Sementara untuk pasar lokal total produksinya 4,5 Ton per bulan dengan nilai Rp80 juta dipasarkan ke pasar-pasar dan warung-warung sekitar wilayah Bogor
Hanya saja lumni sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi di Bandung ini mengakui, pandemi berdampak bagi usahanya. Yang sangat terasa adalah kenaikan harga bahan baku kedelai yang melonjak sangat tinggi dari kondisi normal di kisaran harga Rp7.000 per kilogram menjadi Rp10.500 per kilogram.
Pada saat awal kita mensiasati dengan penurunan ukuran tempe dari asalnya 400 gram per kemasan menjadi 300 gram per kemasan dengan harga jual yang tetap.
Selanjutnya untuk saat ini karena harga kedelai sudah realtif stabil, dikalkulasi ulang untuk penyesuaian harga dan ukuran kemasan dengan keuntungan sedikit berkurang dari kondisi sebelumnya tetapi volume penjualan ditingkatkan.
Pada Oktober ini Rumah Tempe Azaki, kali ini bersama PT Arumia Kharisma Indonesia kembali melepas ekspor tempe berjumlah 13,8 Ton Tempe Frozen ke Jepang.
Ekspor ini terbagi menjadi 2 kontainer untuk dikirim melalui pelabuhan Yokohama untuk distribusi wilayah Kanto dan melalui pelabuhan Kobe untuk distribusi wilayah Kansai.
Di Jepang, Tempe Arumia dipasarkan di jaringan Supermarket Gyomu miliknya Kobe Bussan Co.,Ltd yang memiliki 933 cabang outlet, tersebar di seluruh Jepang dimana tempe Arumia direncanakan akan dipasarkan di seluruh cabang outletnya. Dan dengan ekspor kedua ini baru sekitar 60% dari total cabang supermarket yang sudah terisi Tempe Arumia.
“Dari komunikasi yang berjalan alhamdulillah respon pasar Jepang terhadap sangat positif ya, baik warga lokal maupun warga Indonesia disana menyambut baik kehadiran tempe kami,” ucap Cucup.
Ke depan, lanjut Cucup, pihaknya melakukanpengembangan pasar ekspor ke negara-negara lain di kawasan Asia, Australia dan Amerika Serikat . Pada saat ini sudah ada komunikasi untuk penjajakan pasar Korea, Singapura dan Selandia Bru.
“Kami juga berencana masuk ke pasar-pasar modern dengan kualitas tempe yang premium dan melakukan pengembangan produk turunan tempe seperti keripik tempe dan lainnya dengan target pasar ekspor,” pungkas Cucup (Irvan).





