JAKARTA—Banyak jalan menuju Roma, demikian sebuah ungkapan tak pernah usang. Ni Made Oktaviani Dwisari membuktikan untuk bisnis kuliner tidak hanya harus jeli memilih produk yang dijual, tetapi juga tidak berhenti untuk melakukan diversifikasi usaha.
Dengan brand Dapoer Moerah, mantan sales marketing sebuah perusahaan swasta ini memulai usahanya pada 2016 denan modal sekira Rp3 juta. Awalnya dia membuat nasi bakar dengan varian isi ayam, ati ampela, cumi asin.
Kebetulan Oktaviani punya hobi masak dan masakan disukai teman-temannya menambah modal kepercayaan diri untuk membuka usaha kuliner.
Kemudian dia mencoba menjual ayam penyet, ayam geprek, ayam bakar, ayam cabe hijau yang semuanya dijual menggunakan media sosial, mulai Facebook hingga Instagram.
“Alhamdulillah responsnya juga bagus,” ujar Oktaviani ketika dihubungi Peluang via WhatsApp, Selasa (29/12/20).
Selain itu Dwi juga menjadi reseller untuk produk lapis Sangkuriang, bolu talas botani dan Susu Lembang. Produk ini dibeli dan dijual kembali dengan harga terjangkau. Ternyata responnya juga bagus.
Dengan harga produk berkisar Rp10 ribu hingga Rp45 ribu. Oktaviani mampu meraup omzet Rp300-400 ribu per hari baik secara daring maupun luring. Dari reseller pun dia meraup omzet per hari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Bahkan omzet ini tidak terpengaruh pada masa pandemi Covid-19, karena varian makanannya banyak dan diminati konsumen. Oktaviani hanya menjadikan rajin update status di media sosial sebagai jurus ampuhnya dalam penjualan.
Selain itu selama berapa bulan terakhir Oktaviani bergabung dengan program Jakpreneur. Dengan ikut program itu, dia memetik manfaatnya mengikuti berbagai program seperti bazar.
“Ke depannya saya mau punya usaha katering. Saya akan coba ke kantor-kantor untuk menawarkan lunch box untuk karyawan,” ujar dia (Van).








