banner iklan sticky 160x600px sidebar kiri
banner iklan 160x600 sidebar kanan

Danish Crown Slaughterhouse Koperasi Ternak dengan Pasar 130 Negara

Denmark punya daya tarik wisata di luar situs bersejarah, museum atau wisata alam. Negeri di kawasan Skandinavia ini menawarkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di mana 100 ribu ekor babi dipotong setiap minggunya sebagai tempat wisata. Sejak dibuka pada 2005, RPH sudah dikunjungi 250 ribu orang.  Inilah kiprah koperasi ternak Denmark yang mendunia dengan omset tahun 2017 mencapai 30,1 miliar DKK  (sekitar Rp 67,27 triliun) turun dibanding tahun sebelumnya 30,7 miliar DKK.

DI ANTARA para pengunjung tersebut adalah politisi, menteri-menteri pertanian dan anggota parlemen Eropa, serta asosiasi lokal, para pensiunan dan sekolah-sekolah. Mereka terpikat karena RPH itu punya sejarah panjang.

RPH pertama di Denmark dibuka di Horsens, pesisir timur Denmark pada 1887. Setengah abad setelahnya, banyak didirikan rumah pemotongan babi yang dimiliki koperasi.  Dari 1970 sampai dengan 2002, terhitung lebih dari 60 koperasi kecil melakukan merger membentuk koperasi yang memiliki RPH Danish Crown dan beranggotakan 8.500 petani peternak, yang sekarang dikenal sebagai Leverandørselskabet Danish Crown Am.

Danish Crown memproduksi dan memasarkan daging babi dan daging sapi, dan memiliki banyak cabang di seluruh dunia.  Di Denmark, ternak dipasok oleh para anggota koperasi, sementara di negara-negara lain, ternak dibeli dari para peternak setempat atau diproduksi oleh kelompok itu sendiri.

RPH ini telah menjadi bisnis pemotongan babi dan perusahaan pemrosesan terbesar di Eropa dengan 26.000 karyawan dan penjualan di lebih dari 130 negara di seluruh dunia. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari bentuk koperasi yang diadopsi perusahaan.

Selama bertahun-tahun, RPH telah memastikan rantai pasokan yang kuat, konsisten dan kompetitif dari petani ke konsumen akhir di seluruh dunia, dengan biaya transaksi yang rendah dan fokus pada optimalisasi rantai pasokan secara menyeluruh ketimbang per sub-segmen. Bentuk koperasi yang diterapkan Danish Crown menjadikan perusahaan tersebut efektif secara finansial, dengan soliditas yang kuat,  yang berasal dari kewajiban para anggota untuk memasok dan mempertahankan laba perusahaan selama tahun tersebut.

Pembukaan Horsens kepada publik sangat cocok dengan prinsip transparansi dan pendidikan yang sering melandasi koperasi. Danish Crown memotong 75% babi Denmark, dan Horsens adalah “permata mahkota” dari jaringan tempat pemotongan hewannya.  Seperti dikatakan Svend Erik Sørensen saat menjabat Senior Advisor CEO dan Vice-President untuk Perencanaan Strategis dan Pembangunan Danish Crown,  pihaknya sejak awal  memilih untuk menggunakannya sebagai jendela untuk publik.  Penyembelihan hewan bisa dipandang kontroversial, tetapi Danish Crown melakukannya dengan cara yang membanggakan untuk bisa ditunjulkan ke publik.

Dia melanjutkan, pengunjung datang dengan berbagai prasangka, namun mereka pergi dengan perasaan puas terhadap apa yang mereka lihat. Koperasi bekerja erat dengan Lembaga Penelitian Daging Denmark (DMRI) untuk mengembangkan sistem penanganan hewan berdasarkan penelitian perilaku hewan, guna meminimalkan stres pada hewan.

Dengan pendanaan dari para peternak babi Denmark, banyak di antaranya adalah anggota koperasi, DMRI juga mengembangkan sistem unik yang menakjubkan. Babi dibuat pingsan dengan karbon dioksida sebelum disembelih. Model di Denmark ini sekarang banyak diterapkan di seluruh dunia.

Meskipun Horsens merupakan sebuah showcase, namun banyak teknologinya, termasuk robotika dan sistem penanganan hewan, telah menyebar ke RPH-RPH milik Danish Crown lainnya.  Masyarakat juga akan segera dapat melihat pemotongan hewan lainnya, bukan hanya babi. Sebuah rumah potong sapi baru yang menampilkan teknologi terbaru dan fasilitas pengunjung sudah beroperasi, dan akan dibuka untuk umum.  Investasi infrastruktur besar ini dilakukan dengan dukungan penuh dari para anggota koperasi. Ini  merupakan  investasi strategis sekaligus menjamin bisnis mereka di masa depan. Prakarsa untuk membuka Horsens ke publik datang dari para anggota.  (Irsyad Muchtar)

iklan investasi berjangka octa.co.id
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id