hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Cut Putri Balkis, “Hidupkan” Bada Reuteuk dan Boh Usen

ACEH BESAR—Provinsi Aceh punya kekayaan kuliner yang tersembunyi, di antaranya kue tradisional yang disebut Boh Usen dan Bada Reuteuk. Kedua jenis kue ini sudah jarang ditemui dan jarang pula membuatnya. Kalau pun ada pada hari tertentu seperti Lebaran atau upacara pernikahan.

Boh Usen termasuk jenis kue kering, terbuat dari tepung beras putih gula, telur dan santan. Sementara Bada Reuteuk adalah kue manis berbaha dasar kacang hijau, gula merah dan tepung beras.

Cut Putri Balkis, seorang warga Desa Bak Aghu, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar mencoba menghadirkan kembali  kedua kue ini dari resep almarhum neneknya sekitar 1,5 tahun. Guru honorer ini memang hobi membuat kue.

“Awalnya membuat kue buat konsumsi keluarga di rumah dan dikirim uat keluarga jauh, lalu posting di Facebook. Ternyata banyak yang tertarik dan berminat,” kata Putri ketika dihubungi Peluang, Sabtu (29/5/21) melalui Whatsapp.

Kue produksi perempuan kelahiran Lamkabeu, 5 September  1983 ini ternyata disukai banyak orang. Kue Boh Usen dibandroll dengan harga Rp70 ribu per kilogram dan kue Bada Reuteuk dibandroll Rp100 ribu per kilogram.

Lanut Putri kedua jenis kue ini tidak memakai pengawet dan pemanis buatan hingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan.

Minyak yang digunakan pun bukan minyak curah kiloan,tapi minyak yang berlabel halal  dipacking per liter.  Minyaknya pun sekali pakai buat menggoreng kue, jadi lebih aman dikonsumsi buat semua.

Pemasaran hanya dilakukan melalui Whatsapp dan Facebook dengan omzet tak tak menentu.  Pada bulan puasa dan lebaran mendapat pesanan 45 kilogram Boh Usen dan 35 kilogram Bada Reuteuk. Bahkan waktu lebaran menembus 80 kilogram.

Sebetulnya permintaan jauh lebih besar, namun Putri  mengakui belum mempunyai karyawan tetap, hingga belum bisa memperbesar produksinya.  Keacuali wkatu lebaran dibantu empat orang karyawan.

“Alhamdulillah pandemi ini tidak terlalu berpengaruh terhadap produksi kue saya. Mungkin karena pemasaran saya melalui daring. Produk saya belum dipasarkan di pasar atau toko. Rata-rata mereka pesan buat oleh-oleh dan camilan sehari-hari.  Ada juga yang pesan buat hantaran kawinan, atau hantaran 7 bulanan,” papar Putri.

Ke depannya Putri berencana  memperluas pasar produknya  saya sampai tingkat nasional bahkan internasional (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate