hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

CUPK Pacu Inovasi dan Transformasi Digital, Aset Tembus Rp4 Triliun dan SHU Melonjak 68%

CUPK Pacu Inovasi dan Transformasi Digital, Aset Tembus Rp4 Triliun dan SHU Melonjak 68%
GM CUPK, Januarto Budi Assa (sedang menjawab) dan James Martua Purba, Asdep Bid. Kelembagaan dan Digitalisasi Kemenkop RI/dok.Peluangnews-Gema

PeluangNews, Pontianak – KSP CU Pancur Kasih (CUPK) berhasil menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja yang gemilang. Sejumlah indikator utama menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan.

Total aset CUPK tumbuh 12 persen menjadi Rp4,008 triliun. Simpanan anggota meningkat 12 persen menjadi Rp2,651 triliun, sementara penyaluran pinjaman mencapai Rp2,837 triliun. SHU bersih konsolidasi melonjak signifikan sebesar 68 persen menjadi Rp11,920 miliar. Jumlah anggota pun terus bertambah hingga mencapai 241.308 orang.

Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan jaringan pelayanan yang kuat. Hingga akhir 2025, CUPK didukung 55 Tempat Pelayanan dan 8 Tempat Pelayanan Kas yang tersebar di 2 kota dan 11 kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.

General Manager CUPK, Januarto Budi Assa, menegaskan bahwa kunci keberhasilan tersebut terletak pada konsistensi dalam mengeksekusi program serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Kami mengeksekusi program dengan berbagai strategi yang ada, serta terus melakukan transformasi dan adaptif terhadap perubahan. Ini sejalan dengan tema SPBP 2025–2029 atau roadmap CUPK, yakni Transformasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan. Kami menerjemahkannya melalui inovasi produk dan layanan yang ditopang transformasi digital,” ujar Budi, di sela RAT Tahun Buku 2025, di Pontianak, Selasa (24/2/2026)

Memasuki tahun ini, CUPK mengusung tema besar Sinergisitas dan Akselerasi Pertumbuhan. Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak guna menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Transformasi digital juga terus dipacu melalui pengayaan fitur pada aplikasi Repoo dan KasihPay, sehingga pelayanan kepada anggota semakin cepat, mudah, dan terintegrasi.

Tak hanya fokus pada bisnis inti simpan pinjam, CUPK juga melakukan langkah strategis melalui spin off dengan membentuk Koperasi Jasa Sejati. Untuk sementara, koperasi jasa ini bergerak di bidang penyewaan Aula Gedung Sejati dan penginapan.

“Ke depan, usaha koperasi jasa akan terus kami kembangkan. Tidak hanya bisnis sewa gedung dan penginapan, karena kami telah memiliki izin sebanyak 26 KBLI,” pungkas Budi.

Dengan kombinasi kinerja finansial yang solid, transformasi digital yang progresif, serta diversifikasi usaha, CUPK semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu koperasi kredit terbesar dan berprestasi di Kalimantan Barat. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate