Koperasi Kredit Credit Union Keling Kumang (CUKK) yang kini gencar mengembangkan usaha anggota di luar sektor pinjam diharapkan menjadi role model bagi koperasi lain di tanah air. Koperasi ke depan harus tumbuh secara modern dan go digital sehingga mampu menembus rantai pasar global. Dengan keunggulan bisnis dimiliki saat ini, CUKK tak hanya berpredikat koperasi besar dengan manajemen modern berbasis digital, koperasi ini juga boleh dibilang contoh konkret koperasi multipihak yang pengembangannya tengah digalakkan oleh pemerintah.
Demikian benang merah sambutan Menteri Koperasi UKM Teten Masduki saat membuka Rapat Anggota Tahunan ke 27 Tahun Buku 2020 Kopdit CU Keling Kumang di Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat, Sabtu (27/3/2021). Hadir dalam kesempatan itu Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi, Gubernur Kalbar yang diwakili Sekda AL Leysandri, Plh Bupati Sekadau Frans Zeno, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Sekadau Emanuel dan Kabupaten Sintang, Sudirman. Sedangkan undangan lainnya dihadiri secara virtual oleh 578 anggota di tujuh area yang mewakili 187 ribu anggota tersebar di 66 kantor cabang CUKK. Usai membuka RAT CUKK ke 27, Menkop mengunjungi beberapa unit usaha milik group Keling Kumang di antaranya, lahan pembibitan kakao, Taman Kelempiau Keling Kumang, K52 Mart, Institut Keling Kumang, dan SMK Keling Kumang.
CUKK yang kini sudah menjadi grup dengan rambahan usaha antara lain perkebunan, jasa, pendidikan, hingga perhotelan, kata Menkop Teten sangat layak untuk diapresiasi. Apalagi selama ini citra bisnis koperasi selalu identik dengan yang kecil-kecil.
Koperasi seperti halnya CUKK, lanjut Menkop mampu membuktikan bisa besar. Karenanya dia berharap koperasi tak lagi hanya mengurusi usaha tradisional, tapi juga komoditas unggulan lain di sektor kelautan maupun pertanian. Koperasi harus masuk ke sektor produksi rantai pasok global sebagaimana misi Kemenkop UKM yang ingin menambah rasio wirausaha dan menciptakan koperasi-koperasi besar. Teten mendorong koperasi berkembang secara multipihak agar terjadi sirkuit ekonomi, dan manfaatnya dinikmati para anggota koperasi. “Ke depan, kita harus melahirkan koperasi-koperasi yang besar. Saat ini ada 123 ribu koperasi, tapi yang besar hanya ada 100,” katanya.
Dalam laporannya, Ketua CUKK Mikael menyampaikan perkembangan CUKK yang kini sudah memiliki 66 kantor cabang di tujuh kabupaten. Anggota sebanyak 187 ribu orang dengan aset mencapai Rp1,6 triliun.
Pada kesempatan itu Menkop juga diminta meresmikan produk layanan baru CUKK, yaitu aplikasi pendaftaraan anggota secara online, pinjaman online, dan ATM setor tunai. (Irm)








