hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Contoh Hilirasi Industri Sawit, Jokowi Apresiasi Pabrik Biodiesel di Tanah Bumbu

TANAH BUMBU—Indonesia tidak hanya menjadi eksportir kelapa sawit mentah, tetapi bisa bisa mengembankan industri hilirisasi dengan memanfaatkan komoditas ini.  Apalagi produksi Indonesia melimpah, mampu memproduksi 52 juta ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hal itu ketika melakukan peresmian pabrik pengolahan sawit menjadi biodiesel, PT Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/21).  

 “Kita tahu Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, CPO (crude palm oil), kelapa sawit, potensi kita mencapai 52 juta ton CPO per tahunnya. Ini sebuah jumlah yang sangat besar. Dan 40 persennya dari potensi yang ada itu dimiliki oleh para petani-petani kecil kita,” ujar Jokowi.

Presiden mengapresiasi langkah Jhonlin Group  dan bisa menjadi contoh  bagi perusahaan-perusahaan lain ke depannya untuk menjawab besarnya potensi CPO, yang bisa diolah menjadi minyak goreng, baik menjadi kosmetik, atau menjadi barang setengah jadi, atau barang jadi lainnya.

PT Jhonlin Group dalam mengubah dari CPO menjadi Biodiesel 30 (B30). Hal ini diyakini akan memberikan sebuah nilai tambah yang besar, menciptakan produk-produk turunan dari CPO. Presiden menyampaikan, Indonesia mulai melakukan pengetatan terhadap bahan mentah.

Industri biodiesel yang merupakan sektor strategis untuk meningkatkan ketahanan energi, meningkatkan ketahanan energi nasional, akan berdampak terhadap menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar.

Bila Indonesia bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini untuk dijadikan campuran menjadi solar, maka impor Negara diyakini juga akan turun drastis.

Jokowi mencatat pada 2020 Indonesia mampu menghemat devisa sebesar Rp38 triliun, diperkirakan pada 2021 akan menghemat devisa Rp56 triliun.

Selain itu adanya pabrik biodiesel  menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak dengan membangun smelter, membuka lapangan kerja, membangun pabrik biodiesel membuka lapangan pekerjaan.

Jokowi menilai langkah tersebut menjaga stabilisasi harga CPO sehingga pelaku dalam Negeri bisa memastikan stabilitas pasokan dan permintaan pada para petani sawit dan akan memberikan efek pada kesejahteraan masyarakat secara luas.

Selain itu, pengembangan biodiesel ini juga mendukung pada energi baru terbarukan yang akan meningkatkan kualitas lingkungan melalui kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Produksi biodiesel ini harus terus kita tingkatkan dan pada 2021 ditargetkan kita mampu memproduksi dan menyalurkan 9,2 juta kiloliter. Saya minta nanti ini tahun depan juga bisa meningkat lebih tinggi lagi,” pungkasnya.

Peresmian pabrik biodiesel nasional oleh Presiden turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar.

Sementara Bupati Tanah Bumbu  Zairullah Azhar mengatakan, adanya pabrik Biodiesel ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Tanah Bumbu.

“Tidak hanya untuk daerah, tapi juga untuk pemasukan negara Indonesia. Pabrik Biodisel ini merupakan salah satu yang terbesar di seluruh Indonesia. Di mana, nantinya mampu menyerap ribuan karyawan untuk di pekerjakan dalam pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Group,” ungkapnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate