TANGERANG—-Keberhasilan terbesar bukanlah karena pernah gagal, tetapi bangkit setiap kali mengalami kegagalan. Demikian sebuah pepatah Tiongkok yang seharusnya menjadi pedoman bagi mereka yang terjun ke dunia wirausaha.
Ato Suprapto, 52 tahun, awalnya menjalankan usaha kue donut dan dipasarkan dengan cara berkeliling. Warga Sodong Indah, Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang ini berjualan donut sejak 2008 hingga 2015. Namun kemudian usaha ini bangkrut, Ato pun beralih membuat sabun cuci piring.
“Iseng malam buat sabunnya, pagi dijual dengan cara berkeliling ke kompleks perumahan. Uangnya berputar,” ujar Ato ketika dihubungi Peluang, Senin (11/5/20).
Ternyata hasilnya lumayan. Ato pun membuat diversifikasi produk, seperti pewangi pakian, pelicin pakaian, sabun cuci tangan hingga hand sanitizer. Pada 2018 dia sudah punya peirzinan dengan barnd Cling.
“Ternyata laris terus berjalan sampai sekarang. Saya mengontrak tempat unk pabrik dengan kapasitas 50 ton per bulan dan meraup omzet antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar,” tutur Ato yang memiliki 24 karyawan.
Produk Hand Sanitizernya mulanya kurang diminati pasar. Namun sewaktu pandemi Corona mendapat pesanan besar. Di antaranya dari Transmart yang menjadikannya mitra. Oleh Transmart dipasarkan ke Malaysia. Total selama pandemi Cling mampu menjual 50 ton liter. Satu liternya dijual Rp40 ribu namun musim pandemi dibandroll Rp60 ribu.
Ato juga bergabung dengan Koperasi Syariah BMI sealma dua tahun yang dirasakannya memberikan banyak manfaat. Koperasi ini memberikan bantuan modal hingga bantuan pemasaran.
“Selain dibantu promosi dan pemasaran lewat digital marketing, saya juga mendapat order ribuan liter hand sanitizer untuk kegiatan sosial Koperasi BMI yang waktu itu dikoordinir oleh salah satu distributor kami, Hj. Suryati” kata Ato seperti dikutip dari klikbmi.
Ke depannya, Ato berencana untuk membuat inovasi dan diversisifikasi usahanya. “Tanpa inovasi usaha tidak akan berkembang,” pungkas dia (Irvan Sjafari).








