Pengurus yang solid dan dukungan anggota serta kejelian mengembangkan bisnis menjadi kunci keberhasilan KKGJ mendulang prestasi.
Tahun ini Koperasi Keluarga Guru Jakarta (KKGJ) memasuki usia 70 tahun. Selama tujuh dasawarsa koperasi yang diinisiasi oleh para guru SD di Jakarta itu tetap eksis dan bahkan terus mengukir prestasi yang membanggakan. Ini tidak lepas dari dukungan anggota dan kepiawaian pengurus dalam mengelola usaha.
Terbaru, koperasi yang didirikan pada 14 September 1952 itu mampu unjuk gigi dalam ajang PKPRI Award 2022. KKGJ berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus yaitu 100 Koprim terbaik, 100 Koprim Terbaik di Lingkungan Sekolah DKI Jakarta, dan best of the best Koprim PKRPI DKI Jakarta.
Tahya, Ketua Pengurus KKGJ mengaku senang dan bersyukur dengan pencapaian tersebut. Terlebih hal itu diraih setelah melewati masa-masa sulit akibat dampak pandemi. “Kami bersyukur dengan prestasi yang dicapai dan itu tidak lepas dari kekompakan Pengurus, Pengawas, dan Penasehat serta dukungan seluruh Anggota.” ungkap Tahya.
Keberhasilan KKGJ menjadi Koprim Terbaik merupakan buah dari pelaksanaan strategi yang berjalan mulus. KKGJ senantiasa mempertahankan nilai-nilai dan prinsip koperasi dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Contohnya adalah menjalankan sistem tanggung renteng di bisnis simpan pinjam dengan dasar keterbukaan dan saling mempercayai.
Pengurus juga terus memotivasi pegawai dalam berusaha dan berkarya untuk meraih prestasi yang terbaik. Menjaga yang pernah diraih untuk ditumbuhkembangkan pada masa kini atau masa yang akan datang. Selain itu, konsisten dalam mempertahankan prestasi, mempertahankan kinerja dan tetap melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik untuk berkarya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, pengurus KKGJ membuka diri terhadap kritikan dan melakukan Instropeksi diri agar lebih baik lagi di masa mendatang. “Keberhasilan KKGJ bukan karena hasil pribadi orang per orang, namun karena teamwork yang kuat,” tegas Tahya.
Saat ini KKGJ memiliki beragam produk dan layanan unggulan yaitu simpan pinjam, unit usaha sektor riil, dan pengelolaan aset tetap produktif. Di usaha simpan pinjam, pengurus melakukan terobosan dengan menyederhankan persyaratan dan menurunkan jasa pinjaman pada bulan-bulan tertentu atau bulan promosi.
Selain itu, KKGJ juga mengembangkan unit usaha Produktif seperti kerja sama dengan Pertamina, yaitu SPBU di Cibatu dan Klari, SPBE di Babelan, Agen Gas di Babelan, Cimanggis dan Bogor. Untuk menaikkan pendapatan unit usaha ini, KKGJ melakukan revitalisasi SPBE dan Agen Gas Babelan, dengan memanfaatkan dana bantuan dari LPDB-KUMKM.
“Kami juga terus memberdayakan aset KKGJ seperti sekolah, sawah, agrobisnis, rice mill, dan toko ritel modern,” pungkas Tahya. (Kur)








