
PeluangNews, SIKKA – Langkah ekspansi strategis terus dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Koperasi yang lahir dari Rotat ini secara resmi membuka Kantor Cabang Madawat yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis, (9/4/2026).
Peresmian ini ditandai dengan pembukaan tirai papan nama kantor oleh Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, didampingi Lurah Madawat, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Ketua Pengawas, General Manajer, serta jajaran pengelola cabang Madawat.
Dalam sambutannya, Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pertumbuhan pesat Kopdit Pintu Air.
Ia menyoroti moto koperasi tersebut, “Aku Susah Kau Bantu, Kau Susah Aku Bantu,” sebagai kekuatan utama yang mampu mengonsolidasikan masyarakat dari berbagai lapisan.
“Moto ini sangat sederhana, namun baktinya sudah terbukti nyata. Bukan hanya di Kabupaten Sikka, tapi di seluruh Indonesia. Dengan 3.000-an karyawan dan 500.000 anggota, pencapaian Pintu Air ini luar biasa. Jika disejajarkan, ini hampir mendekati BUMN seperti BNI atau BRI,” ujar Cheri Newar.
Ia bahkan membandingkan bahwa jika BUMN disuntik dana oleh pemerintah, Pintu Air justru tumbuh mandiri melalui kekuatan gotong royong anggota.
“Ini prestasi yang tidak semua orang mampu buat. Kami yang muda harus banyak belajar dari Bapak Jano dan teman-teman di Pintu Air,” tambahnya.
Meski berada di pusat kota, Cheri Newar mengingatkan bahwa tantangan kemiskinan di Kecamatan Alok masih sangat nyata.
Dari 31 ribu penduduk di Kecamatan Alok, Kelurahan Madawat menyumbang sekitar 7.000 jiwa.
Ia mencatat bahwa di wilayah tersebut masih terdapat angka pengangguran yang tinggi serta masalah stunting dan gizi buruk.
Ia menitipkan pesan khusus agar kehadiran kantor cabang di Madawat tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial (CSR).
“Di belakang kantor ini, di sebelah kali, ada masyarakat kita yang masih susah di RW 06. Saya mohon dukungan Pintu Air untuk hadir di sana sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan,” pintanya.
Lebih lanjut, Camat Alok juga menyoroti tantangan besar berupa pola pikir konsumtif masyarakat Sikka yang sering kali lebih memprioritaskan pesta daripada pendidikan atau investasi jangka panjang.
“Di sini uang banyak habis untuk pesta, bahkan kadang cicilan mobil lebih besar dari kemampuan rumah tangga. Ini tantangan kita bersama untuk mengubah pola pikir ekonomi masyarakat menjadi lebih produktif.” ujarnya.
Basmi Rentenir
Camat Alok juga mengingatkan persaingan Kopdit Pintu Air dengan koperasi harian atau rentenir yang kini merambah hingga ke lorong-lorong pemukiman warga miskin.
Ia berharap pengurus dan karyawan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Madawat lebih proaktif turun ke lapangan.
“Banyak koperasi pagi, siang, malam yang langsung masuk ke lorong-lorong. Mereka memang cairkan uang dalam hitungan detik, tapi bunganya mencekik. Saya berharap karyawan Pintu Air juga masuk sampai ke lorong-lorong untuk membasmi praktik rentenir ini dengan pelayanan yang berkualitas,” tegasnya.
Camat Alok mengakui bahwa secara tidak langsung, Pintu Air telah berkontribusi besar dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka.
Dengan menyerap 3.000 tenaga kerja dan menyediakan berbagai paket tabungan serta simpan pinjam yang terjangkau, Pintu Air telah menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
“Pintu Air sudah menghidupi ribuan keluarga melalui lapangan kerja yang diciptakan. Dengan jumlah anggota mencapai setengah juta orang, ini adalah kekuatan ekonomi yang dahsyat,” pungkasnya.
Peresmian kantor cabang Madawat ini diharapkan menjadi oase baru bagi warga Kelurahan Madawat dan sekitarnya untuk mendapatkan akses keuangan yang sehat, adil, dan memanusiakan anggota.
Sementara Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan bahwa pembukaan Cabang Madawat merupakan langkah strategis untuk memecah penumpukan anggota di Kantor Cabang Induk. Menurutnya, kenyamanan anggota adalah prioritas utama yang harus dijaga.
“Maksudnya supaya ada pendekatan pelayanan dan tidak tumpuk-tumpuk di Cabang Induk. Karena kalau jumlahnya terlalu besar, pelayanan menjadi kurang maksimal meski karyawan sudah siap lahir batin. Antrean yang terlampau panjang harus kita hindari,” tegas Jano.
Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 4.392 anggota telah terdaftar di Cabang Madawat. Jano berharap pengelola cabang baru ini mampu bekerja maksimal dan terus berkembang hingga mampu melahirkan anak cabang lainnya.
Lebih lanjut, Tokoh Koperasi Nasional ini memaparkan visi besar lembaga yang dipimpinnya.
Pintu Air menargetkan pembentukan 500 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Target ini bukan tanpa alasan, Jano ingin setiap kecamatan dan kelurahan di NTT memiliki akses koperasi agar budaya menabung terbentuk di tengah masyarakat.
“Tanpa menabung, siapa pun tidak akan berkembang. Ini pekerjaan berat kita bersama, termasuk Pak Camat dan Ibu Lurah, untuk berperang melawan kemiskinan,” ungkapnya.
Peresmian kantor cabang Madawat ini diharapkan menjadi oase baru bagi warga Kelurahan Madawat dan sekitarnya untuk mendapatkan akses keuangan yang sehat, adil, dan memanusiakan anggota








