hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Cadangan Minyak Bumi Indonesia Diprediksi Kurang 10 Tahun

JAKARTA—- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan cadangan minyak dan gas bumi (migas) nasional  umur cadangan untuk minyak bumi hanya bisa sampai 9,5 tahun. Perkiraan tersebut dengan asumsi jumlah cadangan terbukti dan potensial per 1 Januari 2020 sebesar 4,17 miliar barel dan cadangan terbuktinya 2,44 miliar barel.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan, perkiraan ini dengan asumsi angka produksi minyak sebesar 700 ribu barel per hari. Untuk gas bumi masih lebih baik, yaitu masih cukup untuk 19,9 tahun ke depan, dengan asumsi tanpa penemuan cadangan baru.

“Secara rinci, untuk cadangan terbukti dan potensial gas mencapai 62,4 triliun kaki kubik (TCF) dan cadangan terbukti sebesar 43,6 TCF dan produksi gas sebesar 6 miliar kaki kubik per hari (BCFD),” ujar Arifin di  DPR, Selasa (19/1/21).

Sementara Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji  mengatakan jajarannya akan melakukan berbagai upaya agar jumlah cadangan terus meningkat dan pada akhirnya bisa memperpanjang umur cadangan.

Kementerian akan menjalankan berbagai strategi untuk mengubah sumber daya menjadi cadangan maupun mengubah cadangan menjadi produksi, di antaranya melalui peningkatan kegiatan eksplorasi dan enhanced oil recovery (EOR).

Hal itu menurutnya juga menjadi bagian upaya untuk mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari pada 2030.

Resources to reserves and reserves to production, eksplorasi, dan enhanced oil recovery untuk mencapai target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari pada 2030,” tutup dia.

pasang iklan di sini
octa vaganza