hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Bupati Belu Dorong Pintu Air Gerakan Ekonomi Produktif

Untuk mengejak target 1 juta anggota pada 2025, Kopdit Pintu Air mendirikan KCP Motaain Belu yang akan diresmikan pada 18 Oktober 2022. Pemkab Belu berharap Pintu Air dapat mengajak masyarakat untuk menggerakan usaha sektor riil.

Bupati Kabupaten Belu menaruh harapan besar di pundak KSP Kopdit Pintu Air untuk menggerakkan sektor usaha produktif. Oleh karenanya, Kopdit terbesar itu diminta untuk tidak hanya berkutat pada usaha simpan pinjam saja, tetapi ikut membantu usaha anggota di bidang ekonomi riil. Hal itu dikatakan Bupati Belu, Agustinus Taolin, saat menerima kunjungan Pengurus Kopdit Pintu Air yang akan membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Motaain di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, NTT.

Rencananya peresmian KCP Motaain akan dilakukan oleh Bupati Taolin pada 18 Oktober 2022. Dari KSP Kopdit Pintu Air yang menghadiri kunjungan tersebut yaitu Sekretaris I Agustinus Nong,  Staf Sekretaris Tarsisius Aman didampingi Menejer Area Timor Bagian Timur Fatima Lon, Ketua Komite KCP Motaain Yulius Besin dan Wakil Komite Cabang Atambua Ariston W Luan serta Perintis Kopdit Pintu Air Atambua Agus Bau.

”Arahkan pinjaman anggota untuk usaha ekonomi produktif sehingga masyarakat bisa bangkit dan ekonomi lebih kuat, kerena masyarakat lebih suka lari ke rentenir daripada  koperasi,” ungkap Bupati Taolin.

Kesediaan Bupati untuk meresmikan KCP Motaain merupakan bukti bahwa pemerintah menerima kehadiran Kopdit terbesar dari sisi anggota tersebut. Ini merupakan salah satu indikator kuat bahwa Kopdit Pintu Air merupakan lembaga terpercaya. Masyarakat pun diharapkan dapat bergabung menjadi anggota agar kesejahteraannya dapat meningkat.

Sementara itu Ketua komite KCP Motaain Yulius Besin memaparkan hingga siap diresmikan KCP Motaain melayani 2.332 anggota yang tersebar pada empat Kecamatan yakni Kecamatan Tasifeto Timur, Kakuluk Mesak, Biboki Anleu dan Biboki Moenlue. ”Sejak 2018 hingga saat ini anggota kami dengan susah payah menabung hingga mencapai total aset sebesar Rp17 miliar lebih,” akui Besin.

Anggota KCP Motaain berprofesi sebagai petani dan nelayan. Semangat anggota untuk berkoperasi cukup kuat karena meyakini bahwa kesejahteraan mereka akan meningkat. Ini tidak lepas dari pendidikan perkoperasian yang digelar secara intensif oleh pengurus.

Pada kesempatan berbeda Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano menuturkan pengembangan kantor cabang terus dilakukan agar dapat memperkuat perekonomian dan menyejahterakan masyarakat. “Pengembangan kantor cabang terus dilakukan agar target 1 juta anggota pada 2025 dapat tercapai,” ujarnya.

Kopdit Pintu Air sejauh ini telah memiliki beberapa anak usaha yang bergerak di sektor riil seperti produksi garam, minyak kelapa, pariwisata, media massa, dan lainnya. Ini membuktikan keseriusan koperasi besar berprestasi itu dalam menggerakkan usaha riil produktif agar dapat memberi efek pengganda pada perekonomian daerah.  (Kur).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate