MAUMERE— Sebanayak 14 pengurus BUMdes Nusakutu meninjau langsung lokasi tambak garam yang dikelola Garam Pintar Asia. Mereka mempelajari bagaimana cara membuat garam yang baik.
Langkah ini menindaklanjuti sosialisasi yang dilakukan Manager PT. Garam Pintar Asia, Ivan Parera yang pada 27 November 2021 terkait Garam Pintu Air kepada masyarakat Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka NTT melalui BUMdes Nusakutu, kini
Dalam studi lapangan ini pengurus BUMdes ditemani langsung oleh Romo Moses Kuremas selaku penanggungjawab tambak garam, Menejer PT. Garam Pintar Asia Ivan Parera serta yang mewakili ketua KSP Kopdit Pintu Air yaitu Sekretaris II Pintu Air Agustinus Nong.
Romo Moses Kuremas menjelaskan bahwa pekerjaan garam ini membutuhkan orang-orang yang memiliki mental kerja yang luar biasa. Menurutnya pekerjaan garam adalah pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra dengan hasil yang seimbang pula.
“Kita akan berhadapan langsung dengan terik matahari setiap harinya, jadi harus kerja dengan senyum,” tuturnya saat menjelaskan proses pembuatan Garam di Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kamis 2 Desember 2021.
Dia juga mengatakan kepada BUMdes yang baru dikukukah beberapa hari lalu bahwa jangan menjadikan biaya sebagai alasan harus mulai dulu soal pembiayaan bisa berasal dari pemerintah Desa yang bertanggungjawab melakukan dukungan.
Pantauan media ini para rombongan BUMdes Nusakutu diajak berkeliling tambak garam dan meninjau bahan-bahan dasar yang dibutuhkan hingga melihat langsung rumah produksi garam (Pabrik Garam Pintu Air Beryodium).
Sementara Manager PT. Garam Pintar Asia Ivan Parera menuturkan setelah melakukan studi lapangan ia berharap BUMdes Nusakutu agar segera melakukan persiapan dan PT. Garam Pintar Asia kan membimbing mulai dari tata letak lahan hingga proses pembuatan dan panen.
“Kami siap membimbing dengan cuma-cuma hingga pada panen garam nantinya,” ucap dia.
Kemudian Ketua BUMdes Nusakutu Matheus Beke mengucapkan terima kasih kepada pihak Pintu Air yang telah datang untuk mensosialisasikan Garam Pintu Air hingga memberikan kesempatan untuk datang dan melihat langsung bagaimana proses pembuatan garam.
Ia meneruskan yang akan dilakukan BUMdes diawal adalah melakukan pendekatan kepada semua pemilik-pemilik lahan yang akan dijadikan lokasi tambak garam, sehingga kalau sudah ada kesepakatan pihaknya tinggal melakukan aksinya.
“Kami sangat berterima kasih jika Pak Ivan dan Romo Moses mau membimbing kami dalam proses pembuatan hingga panen,” pungkasnya (Nivan).





