JAKARTA—-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui terdapat 10 kilogram beras yang tidak layak konsumsi yang digunakan untuk bantuan sosial. Pria yang karib disapa Buwas imemastikan beras tidak layak tersebut sudah ditarik.
Dia mengungkapkan insiden warga yang menerima beras tidka layak konsumsi itu terjadi di beberapa daerah seperti di Angke.
Lanjut Buwas, Bulog tetap berupaya maksimal menyukseskan Program Bantuan Beras PPKM yang ditujukan untuk 28,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia dengan kualitas dan pelayanan yang terbaik.
“Program Bantuan Beras PPKM adalah tugas yang diberikan negara melalui Kemensos dan Bulog. Kami melaksanakan dengan lancar, tepat kualitas dan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Buwas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/8/21).
Dia menyatakan, pihaknya melakukan koordinasi terkait dengan program bantuan beras PPKM, mulai dari Kementerian Sosial selaku pemberi tugas, PT Pos Indonesia, selaku transporter, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI, termasuk Satgas Pangan.
Pengawasan luar dan dalam dan kerja sama terus ditingkatkan termasuk upaya menekan faktor-faktor yang berada di luar kendali manusia seperti cuaca maupun potensi kejahatan lainnya.
“Tim lapangan kami selalu berupaya merespon cepat semua insiden yang terjadi dan melakukan pergantian beras dalam 1×24 jam,” tambahnya.
Lebih jauh, dia berharap kepada seluruh pihak yang terlibat untuk bekerjasama dalam menyukseskan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat dan warga penerima bantuan beras PPKM.
Adapun realisasi penyaluran Bantuan Beras PPKM untuk tahap I kepada 2 juta Keluarga Penerima Manfaat ini sudah hampir mencapai 100% di seluruh Indonesia. Sebagian besar Kabupaten atau Kota sudah rampung mendistribusikan dan sisanya diperkirakan 1-2 hari ini akan selesai semuanya.
Penerima manfaat beras sebanyak 10 kilogram ini disesuaikan dengan data penerima yang didapat dari Kementerian Sosial.








