
PeluangNews, Bekasi — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan komitmen zero accident dalam pembukaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang digelar di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan dan menjadi penanda kuat penguatan budaya K3 di sektor ketenagalistrikan nasional.
Pemilihan Unit Pembangkit Muara Tawar sebagai lokasi puncak peringatan Bulan K3 Nasional dinilai strategis. PLTGU Muara Tawar merupakan unit pembangkit terbesar milik PLN NP sekaligus tulang punggung pasokan listrik pada sistem interkoneksi Jawa–Bali. Di unit inilah standar keselamatan kerja tingkat tinggi diuji dan dijadikan rujukan bagi industri energi nasional.
PLN Nusantara Power menempatkan K3 sebagai prasyarat utama dalam menjaga keandalan operasi pembangkit dan keberlanjutan layanan listrik. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diwujudkan melalui komitmen bersama untuk memastikan keselamatan tenaga kerja berjalan seiring dengan ketahanan energi nasional.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja di sektor energi merupakan prioritas utama, mengingat peran vital pembangkit listrik dalam menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, penerapan K3 tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjadi faktor kunci keberlangsungan operasional dan produktivitas nasional.
“Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi nasional untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam melindungi tenaga kerja Indonesia dan membangun dunia kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat,” kata Yassierli, dalam keterangan resminya.
Komitmen tersebut tercermin dari kinerja K3 PLN Nusantara Power. Secara korporat, PLN NP mencatatkan nihil kecelakaan kerja dan zero fatality sejak 2018. Sepanjang 2025, total jam kerja aman mencapai 42.429.401 jam, dengan Unit Pembangkit Muara Tawar menjadi salah satu kontributor utama.
Capaian ini lahir dari penerapan sistem manajemen K3 yang disiplin, peningkatan kompetensi pekerja, serta penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyatakan bahwa Bulan K3 Nasional menjadi momentum untuk menegaskan kembali keselamatan sebagai prioritas tertinggi perusahaan.
Keandalan pembangkit, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dari perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
“Keandalan pembangkit harus berjalan seiring dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Di UP Muara Tawar, kami membuktikan bahwa operasional berskala besar dapat dijalankan dengan standar K3 yang unggul, salah satunya melalui simulasi tanggap darurat dan pelatihan fire rescue,” ujarnya.
Simulasi tanggap darurat dan pelatihan fire rescue rutin digelar di seluruh unit pembangkit PLN Nusantara Power. Kegiatan ini memastikan seluruh personel memahami prosedur penanganan keadaan darurat, mulai dari kebakaran, evakuasi, hingga penyelamatan korban secara cepat, tepat, dan aman.
Di sisi lain, digitalisasi K3 juga telah diterapkan di Unit Pembangkit Muara Tawar melalui sistem working permit online, pelaporan bahaya dan inspeksi peralatan K3 berbasis aplikasi dan web, serta dashboard pemantauan kinerja K3 secara real-time.
Sistem ini membuat proses persetujuan pekerjaan berisiko tinggi menjadi lebih transparan, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administratif dan miskomunikasi di lapangan.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional, PLN Nusantara Power berharap kesadaran dan partisipasi aktif seluruh pekerja serta mitra kerja terus meningkat dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, sebagai fondasi kuat mendukung ketahanan energi nasional.








