hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Buah Kesabaran Rawat Suami Karena Kecelakaan, Elis Dapat Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke 406

Peluangnews,Lebak – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menyerahkan hibah rumah siap huni (HRSH) ke 406 kepada Elis di Kampung Babakan Impres, RT 001, RW 002, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. 

Presdir Koperasi BMI Grup, Kamaruddin Batubara menyampaikan, bahwa Koperasi dibangun dengan konsep taawun (saling tolong menolong dalam kebaikan) dengan penuh semangat gotong royong dan kekeluargaan yang merupakan azas koperasi. Itulah yang harus dipraktekkan sehingga mampu membangun 406 unit rumah gratis baik untuk anggota dan non anggota.

”Jadi kita sama-sama menjaga koperasi kita. Jadi kalau ada anggota yang nggak amanah, jangan pula anggota itu melapor ke pihak lain untuk dilindungi. Rumah Bu Elis adalah HRSH kedua di Desa Sawarna. Mudah-mudahan nanti kita bisa membangun sanitasi masjid, dhuafa, dan program sosial BMI lainnya di sini. Jadi tidak hanya simpan pinjam, banyak kegiatan sosial yang bisa kita gerakkan di sini. Koperasi seperti itu,” kata Kambara sapaan akrabnya, Jumat (19/5/2023).

Kambara menegaskan, bergabung menjadi anggota BMI tidak hanya berpikir soal meminjam tetapi menyimpan. “Yang akan membuat ekonomi tambah baik adalah menabung atau menyimpan bukan  hanya meminjam,” ungkap penulis tiga seri buku Peradaban Baru Koperasi Indonesia tersebut.

Kambara menyampaikan, investasi akhirat yang digelontorkan Kopsyah BMI dalam program rumah gratis tersebut tidak main-main. Nilai per unitnya sebesar Rp55 juta dengan bangunan yang telah terstandarisasi keamanannya.

“Rumah Ibu Elis adalah yang kedua di sini. Dibangun dari keuntungan koperasi. Sebelumnya kita juga membangun rumah Ibu Dausih warga Sawarna. Dana pembangunannya berasal dari infaq anggota Kopsyah BMI. Rumahnya berdiri karena gotong royong kita semua,” tutur Kambara.

Dia menjelaskan. BMI punya Gerakan Gassiteru, Gerakan sedekah tiga ribu seminggu. Rp1.000 untuk infak, dan Rp2.000 untuk wakaf. Dari wakaf, BMI telah memiliki lahan 20 hektar di Cisoka Kabupaten Tangerang.

”Di lahan tersebut, BMI memiliki lahan sawah wakaf 11 hektar. Sawah yang dikelola oleh para petani sekitar lahan yang hasilnya akan diberikan kepada Mauquf Alaih.  BMI juga akan membangun rumah sakit wakaf yang gratis atau bayar seikhlasnya, Sekolah tahfidz Al Quran, area peternakan dan masih akan terus kita kembangkan hingga sekarang.  Karena untuk melawan kapitalisme, kita harus berjamaah. Membangun ekonomi berjamaah,” tutur Kambara.

Sebelumnya, saat penyerahan rumah HRSH kepada Elis, suasana yang mengharukan karena Elis sudah tiga tahun merawat sang suami yang patah kaki akibat kecelakaan. Itu terjadi saat Elis menjelaskan kepada Presdir Koperasi BMI Grup dan juga menanyakan keberadaan suaminya Surono.

Tiga tahun lalu, maut hampir merenggut nyawanya. Surono menderita patah kaki sebelah kanan dan sebagian luka di tubuhnya.

Tulang punggung keluarga sementara terhenti. Selama itu, Surono hanya bisa terbaring di dalam kamar. Elis yang tetap setia merawat suaminya bolak balik ke rumah sakit. Untuk memenuhi kebutuhan dapurnya, ia berjualan makanan ringan untuk para siswa SDN 03 Bayah yang letaknya di samping rumah. Hingga akhirnya Surono berhasil pulih.

”Inilah buah kesabaran dari Ibu Elis, tidak mudah menjadi seperti itu. Tiga tahun merawat suami dengan penuh kesabaran. Dengan wasilahnya sebagai anggota Kopsyah BMI, Allah SWT menggantinya dengan rumah ini,” ujar Kambara.

Sementara itu, Camat Khaerudin berharap, Kopsyah BMI bisa terus konsisten membangun rumah-rumah anggota dan non anggota yang kurang beruntung. Ia juga mengajak, seluruh warga Bayah yang hadir menjadi anggota Kopsyah BMI.

”Bahwa menjadi anggota BMI, jalan rezeki ibu bapak untuk meningkatkan taraf ekonomi terbuka luas. Inilah contoh koperasi yang benar. Karena bukan hanya urusan dunia saja yang diurus oleh Kopsyah BMI, tapi juga bekal akherat para anggotanya,” jelas Khaerudin.

Dia menuturkan, operasional Kopsyah BMI seperti rembug pusat yang dibangun Kopsyah BMI adalah bentuk silaturahmi secara nyata. Seperti hadits Nabi, bahwa lewat silaturahmilah rezeki itu datang.

”Ke depan, saya akan selektif menerima lembaga keuangan. Akan saya tanyakan dahulu, apa kontribusi sosial lembaga keuangan tersebut untuk masyarakat kami. Ada tidak yang bisa seperti BMI?” ujar Khaerudin.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa. Ia juga mendorong seluruh yang hadir untuk menjadi anggota Kopsyah BMI. Ia juga mengajak RT dan RW ikut mensosialisasikan Kopsyah BMI kepada warganya.

BMI hadir untuk mengajak anggota berjuang meningkatkan ekonomi agar lebih baik. ”Karena melalui koperasi, masyarakat yang dahulu ekonominya rendah kini semakin meningkat. Tidak hanya ekonominya saja, tapi juga jiwa sosialnya ikut terangkat,” tandasnya.

Para pejabat Muspika se-Kecamatan Bayah hadir dalam acara tersebut. Hadir Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suwangsa, Camat Bayah Khaerudin, Kapolsek Bayah Iptu Samsu Riyanto dan Danramil Bayah Kapten Arm Nasori dan Kades Sawarna Iwa Sungkawa. Kemudian Direktur Kepatuhan Kopsyah BMI Sondari, Pengawas Syariah Kopsyah BMI H Machdiar, Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Andi, Manajer Area 07 Ahmad Mulyadi dan Manajer Cabang Bayah Ega Permana. (alb)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate