
PeluangNews, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan prestasi internasional dengan meraih peringkat pertama dalam pemeringkatan ESG Global Islamic Banking setelah memperoleh skor tertinggi di antara bank-bank syariah dunia.
Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan kinerja keberlanjutan BSI. Skor ESG Perseroan meningkat menjadi 5,56 dari sebelumnya 3,86, melampaui rata-rata industri perbankan syariah global dan menempatkan BSI dalam kategori “Leading”.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menegaskan bahwa peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil dari strategi terukur dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan, bukan sekadar keberuntungan.
“Komitmen hijau yang konsisten membuahkan hasil. Penguatan kebijakan pembiayaan berkelanjutan dan keterbukaan informasi menjadi faktor utama peningkatan skor ESG kami,” ujar Bob dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (20/1/2026).
Hingga triwulan III 2025, BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,6 triliun atau setara 24,33 persen dari total portofolio pembiayaan. Angka ini mencerminkan keberpihakan BSI pada pengembangan ekonomi hijau, sosial, dan UMKM.
Baca Juga: BSI Catat Outstanding Cicil Emas Rp9,1 Triliun pada Kuartal II 2025
Menurut Bob, transparansi menjadi kunci membangun kepercayaan investor global. Karena itu, BSI secara aktif membuka data kinerja keberlanjutan melalui laman khusus ESG di situs resmi perusahaan, sehingga para pemangku kepentingan dapat memantau jejak karbon serta dampak sosial dan lingkungan BSI.
Dengan skor terbaru tersebut, BSI juga mengukuhkan posisi teratas dalam pemeringkatan Bloomberg ESG Score untuk kategori Bank Syariah secara global.
“Prestasi ini membuktikan perbankan syariah Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga tampil sebagai pemimpin dalam isu keberlanjutan di tingkat internasional,” tegas Bob.
Ke depan, BSI berkomitmen terus meningkatkan porsi pembiayaan hijau dan memperkuat tata kelola perusahaan yang baik guna mendukung target pemerintah mencapai emisi nol karbon (net zero emission), sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan investor. (Aji)








