JAKARTA—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penyaluran kredit khusus sektor sektor energi baru terbarukan (EBT) sebesar Rp5,6 triliun sepanjang 2021. Capaian ini tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp4,7 triliun.
Sekretaris BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan perseroan berupaya memperbesar porsi pembiayaan sektor EBT sebagai komitmen untuk mewujudkan perbankan berkelanjutan.
Menurutnya sepanjang tahun lalu perseroan telah berkontribusi dalam EBT diantaranya melalui penyaluran kredit kepada PLTA Poso Energy sebesar USD35 juta dan Kerinci Merangin sebesar USD10 juta.
“BRI mendukung peningkatan bauran EBT melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tersebut karena PLTA merupakan salah satu bagian EBT,” ujar Aestika dalam keterangannya Senin (4/4/22).
Selain itu, PLTA juga menjadi sumber energi yang pasokannya terjaga, menghasilkan listrik yang rendah emisi karbon, biaya pemeliharaannya relatif rendah, dan sekaligus kegiatan ini sejalan dengan kegiatan usaha berkelanjutan.
Ditambahkannya, BRI berorientasi pada keuangan yang berkelanjutan dn berupaya meningkatkan kinerja ekonomi dan mengoptimalisasikan profit dengan meningkatkan kinerja sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.








