JAKARTA—-Badan Pusat Statistik Nasional mengungkapkkan pada Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,95.
Sebagai catatan pada Juni lalu BPS mencatat angka inflasi sebesar 0,18 persen, sementara inflasi pada Mei 0.07 persen, April sebesar 0.08 persen, Maret 0, 10 persen.
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, terjadinya deflasi ini membuat tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2020 – Juli 2020) sebesar 0,98% dan tingkat inflasi secara tahunan berada di level 1,54% yoy.
“Deflasi didorong pengeluaran dari sisi transportasi menurun 0,17 persen dan makanan, minuman, serta tembakau mengalami deflasi 0,73 persen,” kata Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/8/20).
Dari 90 kota IHK, 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09 persen dengan IHK sebesar 107,21 dan terendah terjadi di Gunungsitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk, dan Bulukumba masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,29; 106,22; 106,98; 107,22; dan 106,05.
Sementara inflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,45 persen dengan IHK sebesar 106,95 dan terendah terjadi di Jember dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 104,77 dan 103,50.








