hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

BPS Ungkap Deflasi September 2019 di Angka 0,27 Persen

JAKARTA-—Rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional mengungkapkan pada September 2019 terjadi deflasi 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,37.   Padahal pada Agustus lalu terjadi inflasi sebesar 0, 12 persen dan pada Juli inflasinya malah mencapai 0,31 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan terjadinya deflasi bukan indikasi terjadinya penurunan daya beli masyarakat. 

“Penyumbang terbesar deflasi ialah penurunan kelompok bahan makanan sebesar 1, 97 persen,” ujar Suhariyanto dalam jumpa pers di Kantor BPS, Selasa (1/10/19).

Deflasi didorong oleh turunnya harga sejumlah komoditas yang sebelumnya menjadi penyumbang, di antaranya cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, tomat, sayur, cabai rawit, telur ayam ras,bawang putih, ikan segar, hingga tarif angkutan udara.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender Januari hingga September 2019  sebesar 2, 20 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (september 2019) ke September 3, 39 persen.  Menurut Suhariyanto lagi, angka inflasi masih di bawah target pemerintah.

“Tentunya kita berharap pada tiga bulan terakhir ini inflasi akan tetap terkendali,” kata Suhariyanto.

Dia menyebut sepanjang September komditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain emas perhiasan, uang kuliah perguruan tinggi, beras, bayam, sawi hijau, mi, rokok kretek filter dan tarif sewa rumah.

Dari 82 kota IHK, 70 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1, 94 persen dengan IHK sebesa 144,61 dan terendah di Surabaya sebesar 0, 02 persen dengan IHK sebesar 137, 13.

Inflasi tertinggi terjaid di Meulaboh seebsar 0, 91 persen dengan IHK sebesar 139, 48 dan terendah di Watampone dan Palopo masing-masing sebesar 0, 01 persen dan IHK masing-masing 134, 97 dan 136,36 (Irvan Sjafari).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate