hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

BPS Catat NTP Oktober di Angka 106,67

JAKARTA-–Nilai Tukar Petani (NTP) terus merangkak naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada Oktober 2021 NTP mencapai 106,67 naik 0,93 dibandingkan NTP September 105,68 dan Agustus 104,68.

Lonjakan tertinggi terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dari 125,15 menjadi127,66 atau 2,01 poin.

Sementara subsektor lainnya seperti  Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan juga baik signifikan dan satu-satunya yang turun hanya subsektor Peternakan, yaitu 99,18 pada September menjadi 99,01 pada Oktober.

“Kenaikan pada  Oktober 2021 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 1 November 2021.

Kenaikan besar ini didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti gabah, singkong, ketela pohon dan ketela rambat. Sedangkan kenaikan hortikultura dipengaruhi oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah dan bawang daun.

Sementara NTPR juga mengalami kenaikan 2,01 persen komoditas yang mempengaruhi karena adanya kenaikan harga kelapa sawit, cengkeh dan kakao atau coklat biji

“Jadi secara keseluruhan NTP untuk semua subsektor mengalami kenaikan. Kecuali subsektor peternakan yang turun karena harga telur di pasaran belum membaik,” ujar Margo,

Pada Oktober 2021, NTP Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan tertinggi (2,94 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Gorontalo mengalami penurunan terbesar (1,21 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Secara nasional, NTP Januari–Oktober 2021 tercatat sebesar 104,01.
 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate