hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

BPS Catat Inflasi November 0,37 Persen Didorong Harga Minyak Goreng

JAKARTA-–Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu 1 November 2021 ini, mencatat angka infasi mencapai 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,05. Capaian ini sedikit tinggi dari prediksi beberapa lembaga dan ekonom sebelumnya.

Bank Indonesia akhir November lalu memperkirakan terjadi inflasi pada November 2021. Berdasarkan survei pemantauan harga pada pekan keempat November 2021, inflasi bulanan pada November sekitar 0,34%. Sehingga inflasi tahun kalender diperkirakan sebesar 1,27% dan inflasi tahunan sebesar 1,71%.

Kepala Badan Pusat Statistk Margo Yuwono mengatakan tingkat inflasi secara bulanan maupun secara tahunan ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2021.

“Inflasi terjadi karena kenaikan harga beberapa komoditas di bawah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Hal ini khususnya cabai merah, minyak goreng, dan daging ayam ras,”ujar Margo, Rabu (1/12/21).

Margo merinci,minyak goreng berikan andil 0,08 persen, telur ayam ras dan cabai merah berikan andil 0,06 persen, dan terakhir daging ayam ras berikan andil 0,02 persen,” terang Margo.

Kemudian, kelompok lainnya yang menyumbang inflasi adalah transportasi, yakni mencapai 0,06 persen. Kelompok itu memberikan andil ke inflasi sebesar 0,51 persen.

Andil minyak goreng ini juga sudah diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, penyumbang utama inflasi November 2021 adalah  hingga pekan keempat yaitu telur ayam ras sebesar 0,10% (mtm), minyak goreng sebesar 0,08% (mtm), cabai merah sebesar 0,06% (mtm), emas perhiasan sebesar 0,02% (mtm), sawi hijau, bayam, daging ayam ras, sabun detergen bubuk, angkutan udara dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). 

BPS mengungkapkan  dari 90 kota IHK, 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01 persen dengan IHK sebesar 113,80 dan terendah terjadi di Bima dan Pontianak masingmasing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 105,89 dan 107,06.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 107,95 dan terendah terjadi di Tual sebesar 0,16 persen dengan IHK sebesar 108,77

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2021 sebesar 1,30 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 1,75 persen.

Meskipun tinggi Margo optimis kenaikan angka inflasi November 2021 menjadi tanda  Indonesia mulai membaik. Hal ini terlihat karena kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi oleh transaksi barang dan jasa.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate