hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

BPJPH Percepat Sertifikasi Halal Dapur MBG, 2.340 SPPG Sudah Kantongi Sertifikat

BPJPH Percepat Sertifikasi Halal Dapur MBG, 2.340 SPPG Sudah Kantongi Sertifikat
Aktivitas di salah satu dapur MBG di Jakarta/dok.humas

PeluangNews, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mencatat sebanyak 2.340 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mengantongi sertifikat halal dari total 22.793 SPPG di seluruh Indonesia. Data tersebut merujuk pada laporan Badan Gizi Nasional per 12 Februari 2026.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa angka tersebut terus meningkat seiring percepatan proses sertifikasi halal yang sedang berjalan di berbagai daerah.

“Saat ini data Sihalal mencatat 2.340 SPPG telah bersertifikat halal. Jumlah ini akan terus bertambah karena SPPG lainnya sedang dalam proses pengurusan sertifikasi,” ujar Haikal dalam keterangannya yang diterima redaksi, Kamis (12/2/2026).

Strategi Percepatan Sertifikasi Halal

Haikal menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar bagian dari akselerasi program sertifikasi halal nasional, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga terjamin kehalalannya.

Menurutnya, percepatan dilakukan secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan melalui skema penempatan Penyelia Halal di setiap dapur SPPG.

“Setiap SPPG wajib memiliki Penyelia Halal yang bertanggung jawab atas proses produk halal sesuai standar Jaminan Produk Halal,” jelasnya.

Strategi ini sebelumnya telah dipaparkan dalam Rapat Kerja BPJPH bersama Komisi VIII DPR RI. Skema yang diterapkan adalah melatih kepala dapur SPPG agar merangkap sebagai Penyelia Halal, sekaligus memperkuat kerja sama dengan lembaga pelatihan Jaminan Produk Halal (JPH).

Ribuan Penyelia Halal Siap Kawal Dapur MBG

Hingga saat ini, pelatihan tersebut telah menghasilkan 3.198 Penyelia Halal yang bertugas memastikan seluruh proses produksi di dapur MBG memenuhi standar halal. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pelaksanaan pelatihan berkelanjutan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Airlangga: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp60 Triliun

Haikal menekankan bahwa keberadaan Penyelia Halal menjadi kunci dalam memperkuat sistem pengawasan di lapangan.

“Mereka adalah kepanjangan tangan kami. Jika ada bahan atau proses produksi yang tidak sesuai standar, Penyelia Halal dapat langsung mengambil tindakan. Pengawasan juga akan kami lakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Jamin Mutu, Gizi, dan Kehalalan

Program MBG melibatkan rantai pasok yang panjang, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan. Oleh karena itu, sertifikasi halal dinilai penting untuk menjamin prinsip trustability, traceability, dan transparency dalam setiap tahapan produksi.

“MBG melibatkan proses dari hulu hingga hilir. Sertifikasi halal memastikan mutu, kandungan gizi, dan kehalalan pangan tetap terjaga,” pungkas Haikal.

Dengan percepatan sertifikasi ini, pemerintah berharap seluruh dapur MBG di Indonesia dapat segera memenuhi standar halal nasional, sehingga masyarakat memperoleh makanan bergizi yang aman dan terjamin kehalalannya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate