
PeluangNews, Jakarta – Stok energi nasional dalam kondisi aman meski konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang baru lalu mengalami kenaikan.
Menurut Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kenaikan tersebut terutama terjadi pada BBM jenis gasoline atau bensin, seperti Pertalite dan Pertamax.
Kepala Satgas Ramadan dan Idulfitri Sektor ESDM, Erika Retnowati, memastikan ketahanan pasokan BBM berada di level memadai.
“Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline, gasoil, kerosin maupun avtur, dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari,” kata Erika di Kantor Pusat BPH Migas, Jakarta, dikutip Rabu (1/4/2026).
Sebagai catatan, bahwa periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H berlangsung pada 12 hingga 31 Maret 2026.
Selama periode posko, konsumsi harian BBM jenis ini meningkat sebesar 15% dibandingkan kondisi normal. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik dan arus balik Lebaran.
Puncak konsumsi BBM tercatat pada 19 Maret 2026 saat arus mudik, dengan lonjakan hingga 37% dari penyaluran normal. Sementara pada arus balik, peningkatan tertinggi terjadi pada 25 Maret 2026 sebesar 20%.
Sedangkan konsumsi BBM jenis gasoil seperti solar justru mengalami penurunan sebesar 18%. Untuk avtur, yang digunakan sektor penerbangan, tercatat mengalami kenaikan sebesar 7,2%.
Puncak penggunaan avtur terjadi pada 18 Maret 2026 saat arus mudik dengan kenaikan 18%, serta 29 Maret 2026 saat arus balik yang mencapai 22% dari kondisi normal.
“Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 29 Maret 2026 dengan kenaikan 22% dari penyaluran normal,” ujar Erika.
Selain BBM, konsumsi LPG juga menunjukkan tren peningkatan selama periode yang sama. Rata-rata penyaluran LPG mencapai 34.206 metrik ton (MT), naik 6,5% dibandingkan kondisi normal.
“Ketahanan stok LPG nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari,” kata dia.
Puncak distribusi LPG terjadi pada 16 Maret 2026 dengan volume mencapai 33.428 MT, lebih tinggi 4,1% dari rata-rata normal sebesar 32.111 MT. []








