
PeluangNews, Bojonegoro — Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah meminta Koperasi Syariah BMT NU Ngasem Group terus berkomitmen menjalankan prinsip koperasi yang benar, amanah, dan profesional. Pasalnya, koperasi ini telah berhasil menghimpun hingga 120 ribu anggota—angka yang mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi.
“BMT NU Ngasem Group sudah berhasil menjadi koperasi besar skala nasional karena dipercaya. Tolong jaga kepercayaan ini agar citra koperasi semakin baik,” ujar Farida saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-14 KSPPS BMT NU Ngasem Group, Ahad (8/2/2026), di Bojonegoro, Jawa Timur.
RAT tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, para pegiat perkoperasian dari Forum Koperasi Indonesia, serta sekitar 500 anggota BMT NU Ngasem Group yang memadati Ballroom KH Hasyim Asy’ari.
Farida menegaskan, kekuatan utama koperasi terletak pada kerja sama dan semangat gotong royong, sehingga jumlah anggota menjadi faktor penting. Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya jumlah anggota harus diimbangi dengan pengelolaan yang profesional agar anggota memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) yang layak.
Selain itu, koperasi dengan basis anggota yang besar diharapkan mampu memberdayakan usaha para anggotanya, sehingga tercipta sirkular ekonomi di lingkungan internal koperasi.
Keberhasilan BMT NU Ngasem Group menjadi koperasi skala nasional, lanjut Farida, tidak lepas dari perjuangan gigih dan sikap pantang menyerah Presiden Direktur Mohammad Wahyudi yang merintis koperasi ini sejak 2012.
Baca Juga: Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Peluang Kerja Baru Gen Z di Desa
“Koperasi perlu memiliki lebih banyak tokoh seperti Pak Wahyudi, yang meyakini bahwa usaha bersama dan gotong royong pada akhirnya harus membawa maslahat bagi umat,” pungkasnya.
Empat Pilar Usaha
Dalam laporannya, Presiden Direktur BMT NU Ngasem Group Mohammad Wahyudi menjelaskan bahwa koperasinya menjalankan empat pilar usaha utama. Pertama, unit simpan pinjam. Kedua, sektor produsen yang meliputi produksi air minum dalam kemasan dan pengelolaan foodcourt.
Ketiga, sektor konsumen melalui pengembangan ritel NU Online. Keempat, sektor jasa yang mencakup pengelolaan tour and travel, rumah cantik, rumah sehat, hotel, fitness center, serta penyewaan ballroom.
Saat ini, BMT NU Ngasem Group telah mengembangkan 34 kantor cabang yang tersebar di empat kabupaten, yakni Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Ngawi. (Irm)








