AnggPerjalanan seperempat abad BMT BUS Lasem menjadi tonggak estafeta program koperasi ini bergerak ke luar bisnis inti, simpan pinjam. Sektor pangan berbasis pertanian dan peternakan serta pengembangan digitalisasi dan teknologi informasi dinilai layak jadi pilihan yang prospektifota BMT ABN kini semakin mudah untuk melakukan beragam transaksi mulai transfer dana ke bank, isi saldo dompet digital, dan pengajuan pembiayaan online.
Usia 25 tahun adalah usia cukup matang bagi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Bina Ummat Sejahtera (KSPPS BMT BUS) Lasem Rembang Jawa Tengah untuk mengembangkan usaha yang kian sejalan dengan tuntutan pasar. Koperasi ini tak ingin sekadar puas di bisnis inti, sektor simpan pinjam, namun mulai bergeser pada pemberdayaan ekonomi anggota melalui pengembangan kewirausahaan.
Seperti dikemukakan Ketua Pengurus BMT BUS Abdullah Yazid, pihaknya siap mendukung program ketahanan pangan pemerintah dan program digitalisasi yang didorong oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Keseriusan itu ditunjukkan dengan menyiapkan koperasi produsen dan konsumen untuk menjalakan usaha terkait sektor riil hingga ritel. “Dengan demikian, anggota BMT BUS yang didominasi petani dan peternak ke depannya akan mendapatkan pembiayaan untuk usaha dari koperasi produsen dan menjajakan produknya di koperasi konsumen,” kata Yazid dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSPSS BMT BUS Lasem yang berlangsung hybrid pada 18 Februari lalu.
Hingga usianya yang sudah memasuki seperempat abad, BMT BUS Lasem terus melakukan ekspansi usaha dengan 117 kantor cabang tersebar di tujuh provinsi. Asetnya tumbuh signifikan melampaui Rp 1 triliun dengan anggota mencapai 500 ribu orang. Sejumlah undangan yang hadir dalam RAT tersebut antara lain Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Kepala Dinas Koperasi Jawa Tengah, Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholill Barro dan sejumlah pejabat lainnya
Untuk melangkah lebih maju BMT BUS menggandeng berbagai pihak mulai dari lembaga pemerintah pusat maupun daerah, hingga perusahaan swasta, di antaranya PT Agri Nusa untuk teknologi dan pengadaan bibit unggul, terutama padi, jagung dan tebu, dengan Bengkel Bumi menyediakan pupuk organik dan inovasi pertanian.
Kerja sama ini didukung dengan pendirian pabrik yang memproduksi pakan ternak sendiri, pupuk organik secara mandiri, hingga tidak akan mengalami mahalnya harga pupuk dan pakan ternak akibat kelangkaan. Ini juga terkait dengan adanya sentra-sentra peternakan dengan salah satu target menyediakan kebutuhan kambing untuk kurban, aqiqah Haji, Umroh hingga konsumsi di kalangan masyarakat.
BMT BUS juga berkolaborasi dengan SPT Transaksi Digital Sejahtera dan PT Asia Pelangi untuk mengembangkan digitalisasi dan teknologi informasi. Garis besarnya, BMT BUS mempunyai pabrik yang berada di sektor hilir dan mendukung pertanian serta peternakan di sektor hulu, serta jaringan toko modern tempat anggota berbelanja dan menjual produknya. Sementara digitalisasi mempermudah anggota untuk tidak saja mengakses layanan yang terkait dengan simpan-pinjam, tetapi juga untuk kebutuhan usahanya.
Dalam sambutannya Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi mengapresiasi KSPPS BMT BUS menyelenggarakan RAT tepat waktu dan menunjukkan peformance baik dan menggambarkan keseriusan kehadiran sebuah koperasi milik anggota sesuai regulasi. Selain itu di tengah pandemi BMT BUS menunjukkan kinerja positif. Kegiatan ekonominya tumbuh positif 3,7 persen di tahun 2021.
Bukti koperasi ini berkinerja baik, kata Zabadi, adalah dipenuhinya penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM hingga Rp 150 miliar, yang digunakan untuk melakukan pembiayaan kepada anggotanya. Deputi menyambut baik terobosan yang dilakukan BMT BUS mendirikan koperasi produsen dan konsumen dengan total 11 usaha untuk kepentingan anggotanya. Ke depan, BMT BUS akan menjadi holding dari dua koperasi itu dan menjadi korporasi modern, yang bukan menggemukan koperasinya tetapi membuat anggotanya menjadi sejahtera dan pelaku usaha yang punya daya saing (Irvan).








