hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

BMI Tour And Travel Solusi Pemulihan Ekonomi Lokal

Paket wisata ke Belitung yang baru saja dilaksanakan menjadi bukti bahwa Koperasi BMI hadir memberi solusi untuk pemerataan kesejahteraan. Koperasi ini bukan sekadar jago kandang, tetapi sudah terkenal di level internasional.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan untuk menggenjot devisa negara. Di masa pandemi seperti sekarang, pemerintah menjadikan sektor ini sebagai lokomotif penggerak perekonomian yang sedang lesu. Ini wajar, mengingat kontribusinya selama ini tidak bisa dianggap enteng.

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkap, devisa sektor pariwisata mencapai Rp229,5 triliun atau meningkat 15,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyerapan tenaga kerjanya mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 10 persen dari total penduduk Indonesia yang bekerja.

Koperasi BMI sebagai koperasi yang berorientasi pada pemberdayaan untuk pemerataan kesejahteraan memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah dalam menggerakkan pariwisata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui BMI Tour and Travel, biro perjalanan yang dikelolanya.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI atau biasa disapa KamaBara mengatakan bahwa wisata bersama BMI Tour and Travel lebih dari sekadar wisata biasa. ”Bersama BMI Tour and Travel, bukan sekedar wisata saja, tetapi merupakan perjalanan penuh berkah karena dalam setiap keuntungan nanti yang diraih ada porsi untuk infak sebesar 1,5 % untuk disalurkan kepada sesama yang memerlukan bantuan,” ujar KamaBara.

Selain menyisihkan sebagian keuntungan untuk infak, BMI Tour and Travel juga senantiasa melaksanakan nilai-nilai syariah dalam setiap aktivitas wisatanya. Ini ditunjukkan dengan  kemudahan ibadah di setiap perjalanan kemanapun, terutama dalam hal ibadah wajib yaitu salat.

BMI Tour and Travel memberikan servis kelas satu untuk kenyamanan para peserta. Mulai dari pemesanan tiket, di destinasi wisata, hingga kembali ke rumah masing-masing dijamin dengan pelayanan yang berkualitas. Pelayanan nomor wahid merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar agar peserta merasa puas dan menjadi pelanggan setia.

KamaBara menambahkan, liburan merupakan kebutuhan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan berlibur, tubuh lebih segar dan menjadi lebih sehat. Liburan juga dapat  meningkatkan konsentrasi dan kekebalan tubuh, menjaga mood tetap baik dan mempererat silaturrahmi. “Di atas semua itu, liburan di tempat-tempat berpanorama indah merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas penciptaan Allah,” ungkap KamaBara.

Di tengah situasi pandemi, BMI Tour and Travel yang memiliki slogan Perjalanan Penuh Berkah itu telah kembali memulai bisnisnya dengan mengadakan paket perjalanan ke Belitung pada 15 Agustus hingga 17 Agustus 2020 lalu yang diikuti oleh 44 orang keluarga BMI.

Ada 5 destinasi wisata yang dituju di Belitung pada paket wisata 3D2N (Three Day Two Night) tersebut. Mulai dari berkunjung ke Museum Kata Andrea Hirata dan melihat langsung replika SD Laskar Pelangi di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur.

Pada hari berikutnya rombongan Keluarga BMI berwisata menuju Pantai Tanjung Kelayang yang memiliki ciri khas batu granit raksasa yang mirip kepala Burung Garuda. Para pelancong dapat menikmati keindahan pantai dengan pasir putihnya.

Pantai itu merupakan salah satu lokasi pembuatan film Laskar Pelangi yang fenomenal. Lokasinya berdekatan dengan Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar menjulang tinggi hingga 57 meter dengan diameter 61 meter yang dibangun sejak tahun 1882. Di sini juga kita bisa berwisata laut dengan melakukan snorkeling (menyelam di permukaan air) dan menikmati keindahan biota laut baik flora ataupun faunanya.

Sepanjang perjalanan menggunakan perahu tradisional dari Dermaga Tanjung Kelayang, rombongan Keluarga BMI terus berlayar menuuju Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar hingga Pulau Lengkuas yang merupakan tempat dilakukan kegiatan snorkeling. Kemudian, menuju ke Pulau Tanjung Tinggi.

Zainal, Manajer BMI Tour and Travel mengungkapkan, pihaknya memiliki komitmen untuk melayani peserta sebaik mungkin. Ini bukan sekadar hiasan bibir belaka tetapi terwujud dalam paket tur di Belitung. “Selain destinasi wisata yang mengagumkan, kami juga memberikan kenyamanan dalam hal makanan, akomodasi dan hotel,” ujar Zainal.

Rombongan bermalam di hotel Bintang 3 tiga pusat Kota Tanjung Pandan, yakni Hotel BW inn, dan menggunakan dua armada bus serta menikmati sajian khas daerah Belitung seperti Mie Belitung dan minuman khas Jeruk Kunci Mak Jannah. Selain itu, rombongan juga mencicipi masakan Resto Fega di Manggar , Restoran Raja Sea Food, Resto Ketapang dan tentu saja tidak ketinggalan coffee break di Warkop Kong Djie Marakas. Sebelum kembali ke Tangerang, peserta tur juga mampir di tempat oleh-oleh khas Belitung yakni Toko Sepiak dan Klapa.

Zainal menambahkan, program 3D2N ke Belitung merupakan program pertama wisata di tengah pandemi. “Alhamdulillah peminatnya tinggi. Siapapun boleh ikut program ini dan bagi yang ingin merencanakan keberangkatan wisata berikutnya silakan buat perencanaan, jika mau menabung juga silakan mulai menyimpan dananya di Simpanan Sitasya Kopsyah BMI,  berkah dan menguntungkan juga,” ujar Zainal.

Untuk sesi trip berikutnya, BMI Tour and Travel merencanakan untuk membuka keberangkatan wisata kembali ke Bali pada 30 Oktober 2020. Supertrip Bali ini sudah dibuka dari sekarang, dan mendapatkan respons yang sangat positif.

Paket 3D2N  yang ditawarkan dibuka dengan harga hemat 4.285.000,-/ per orang. Selama 3 hari dua malam peserta akan diberi disiapkan akomodasi terbaik, hotel Grand Zuri (Bintang 4), bus pariwisata yang nyaman, dan destinasi wisata terbaik di Bali.

Koperasi Level Internasional

Koperasi BMI bukan hanya jago kandang saja, tetapi sudah eksis di tingkat dunia. Ini dibuktikan dengan banyaknya institusi global yang menjalin kerja sama dengan koperasi terbesar di provinsi Banten ini.

Salah satu institusi global yang telah menjalin kerja sama adalah KIVA, organisasi nirlaba yang bermarkas di San Francisco Amerika Serikat. Sejak 2015, KIVA bermitra dengan Koperasi BMI dalam pembiayaan pembangunan sarana air dan sanitasi bagi kaum miskin dan tidak memiliki akses ke perbankan. Pembiayaan tersebut bernama Mikro Tata Air (MTA) dan Mikro Tata Sanitasi (MTS).

KamaBara mengatakan, Kopsyah BMI merupakan pelopor pembiayaan sarana air dan sanitasi di Indonesia. “Sebelum kami, tidak satupun lembaga keuangan yang berani masuk dalam bisnis pembiayaan sarana air dan sanitasi untuk kaum marjinal. Karena mereka menganggap tidak menguntungkan dan berisiko tinggi,” ujarnya.

Keberanian Kopsyah BMI untuk berpihak pada kaum marjinal tersebut patut diacungi jempol di tengah alerginya lembaga keuangan lain. Di kemudian hari, kebijakan itu tepat karena terbukti kaum marjinal patuh pada komitmen dan tidak ngemplang.

Tindakan Kopsyah BMI itu berlandaskan pada modal kuat yang dimiliki koperasi yaitu solidaritas dan gotong royong.  Prinsip dan nilai dasar perkoperasian inilah yang secara konkrit dipraktikan di Koperasi BMI. Koperasi yang berpegang teguh pada prinsip dan jati diri yang akhirnya terbukti tetap eksis, meski badai pandemi belum berhenti menerjang.

Kopsyah BMI hingga saat ini tetap berkomitmen tetap membantu kaum marginal dan masyarakat miskin untuk mendapatkan akses sarana air dan sanitasi yang sehat serta mengembangkan usaha mikro melalui sistem fundraising yang dikembangkan bersama KIVA.

Saat ini, KIVA kembali menggulirkan dana kepada anggota Koperasi BMI untuk melaksanakan program MTA dan MTS sebesar USD800 ribu. Jumlah tersebut dimungkinkan terus bertambah karena anggota yang mengakses pembiayaan tersebut terus melonjak.

Khusus untuk tahun ini, KIVA memberikan akses kepada anggota Koperasi BMI untuk mengakses satu program pembiayaan lain yakni Mikro Mitra Usaha (MMU). Program ini  untuk membantu anggota pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya dengan mendapatkan permodalan hingga sebesar Rp20 juta.

“Alhamdulillah KIVA saat ini kembali mempercayakan kepada kami untuk melanjutkan pembiayaan sarana air dan sanitasi lewat sistem fundraising. Bahkan Modal untuk pengembangan usaha mikro anggota pun sudah bisa diakses sekarang lewat pembiayaan fundraising tersebut,” ujar KamaBara.

Hingga Juni 2020, total anggota Koperasi BMI yang mengakses pembiayaan MTA dan MTS sebanyak 12.363 orang dengan total unit terpasang sebanyak 13.219 unit MTA dan MTS, dan total penyaluran senilai Rp. 75.984.514.000 rupiah dengan angka Repayment Rate sebesar 95,75 %.

Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI, Radius Usman mengatakan bahwa kurang lebih 39 persen penduduk Indonesia tidak memiliki akses air bersih dan sanitasi. “Ini jelas masalah besar bagi kita semua. Karena berdampak signifikan dan memiliki impilkasi negatif terhadap kesehatan sehingga berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi juga. Kita telah sepakat dengan KIVA untuk memerangi sanitasi yang buruk ini dan mencapai tujuan akses universal terhadap air bersih, untuk itulah kami dipilih oleh KIVA menjadi mitra kerjanya di lapangan.

Radius juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengambil bagian dalam penggalangan dana lewat sistem fundraising yang dikelola oleh KIVA. Semangat kolaborasi ini akan mendorong pemerataan kesejahteraan yang lebih cepat.

Koperasi BMI telah membuktikan aktivitasnya bermanfaat baik untuk anggota maupun masyarakat luas. Melalui kegiatan jalan-jalan yang penuh berkah, BMI Tour and Travel menggerakkan perekonomian lokal dan memberi kegembiraan bagi seluruh peserta serta sekaligus meningkatkan rasa syukur kepada Allah. Selain itu, dengan pembiayaan sanitasi dan air bersih yang semakin masif, juga telah mendorong percepatan pemerataan kesejahteraan. (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate