hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

BMI Luncurkan Jawara

Transformasi digital warung-warung tradisional milik anggota diyakini akan menghasilkan ekonomi yang lebih berkeadilan sebagai salah satu manifestasi peradaban baru koperasi Indonesia.

BMI Group terus mengembangkan inovasi produk dan layanan untuk meningkatkan kesejateraan anggotanya. Teranyar, koperasi dengan praktik tanggung jawab sosial terbaik di Indonesia ini meluncurkan jaringan warung anggota (Jawara).

Kelahiran Jawara dibidani oleh Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia (BMI) yang merupakan holding dari BMI Group. Sementara  pengelolaannya dilakukan oleh Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI).

Presiden Direktur Koperasi Sekunder BMI Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara mengungkapkan, peluncuran Jawaran merupakan salah satu ikhtiar untuk mendigitalisasi warung-warung tradisional punya anggota demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

”Jawara dibentuk untuk menghimpun potensi anggota BMI. Kita berharap nantinya seluruh elemen di Koperasi BMI bertransaksi baik dalam pembelian dan penjualan menggunakan uang digital yang seragam yakni doit BMI sehingga ekosistem usaha BMI akan tumbuh pesat untuk kesejahteraan bersama,” tegas Kambara.

Untuk tergabung dalam Jawara syaratnya cukup mudah, yaitu punya usaha warung dan tentu saja merupakan anggota Koperasi BMI. Dengan syarat yang sangat mudah tersebut, setidaknya ada tiga manfaat bergabung dalam Jawara. 

Pertama, bisa mencairkan dana (refund) melalui uang digital Doit BMI. Kedua, anggota bisa berjualan pulsa dengan harga yang kompetitif melalui Doit BMI atau BMI Mobile. Ketiga,  anggota Jawara bisa berbelanja lewat Doit BMI di usaha-usaha Koperasi Konsumen BMI, seperti  barang elektronik, HP, rumah tangga hingga bahan-bahan bangunan.

Secara best practice, digitalisasi sistem pembayaran seperti menggunakan doit BMI maupun BMI Mobile akan membuat ekonomi lebih efisien. Selain itu, transaksi pembayaran pun lebih mudah, cepat, dan aman.

Transformasi sistem pembayaran melalui Jawara juga akan memperkuat sirkuit ekonomi. Sebab, perputaran ekonomi hanya terjadi di lingkup koperasi yang melibatkan partisipasi anggota. Ini sesuai dengan tujuan utam berkoperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan bersama.

Kambara menambahkan, peluncuran Jawara pada sisi lain juga merupakan upaya menghadirkan ekonomi tanding menghadapi kapitalisme yang kian menggurita di sektor ritel. “Dalam jangka panjang, dengan semakin banyak anggota yang berbelanja di Jawara dengan alat pembayaran digital doit BMI  akan meredistribusi pendapatan yang selama ini terkonsentrasi di kelompok tertentu saja,” ungkap Kambara.   

Sementara Direktur Utama Kopmen BMI, Radius Usman mengatakan, kehadiran Jawara akan menguatkan silaturahmi dan perekonomian anggota. “Ada manfaat besar dengan belanja di Jawara, yakni menjaga silaturahmi antar anggota, menggerakan ekonomi mikro, pemberdayaan anggota, mendukung pemerataan pendapatan dan meningkatkan perekonomian anggota,” ungkap Radius.

Kehadiran Jawara juga akan meningkatkan inklusi keuangan sesuai harapan pemerintah. Dengan basis pembayaran digital melalui doit BMI maupun aplikasi BMI Mobile yang lebih mudah dan cepat diyakini dapat menarik minat anggota untuk berbelanja di warung milik anggota. Dengan begitu, silaturahmi antar anggota juga bakal menguat yang pada muaranya akan saling menguntungkan demi meningkatkan perekonomian secara bersama-sama. (Kur).  

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate