Koperasi BMI Group gaspol menggelar sosialisasi dan edukasi perkoperasian yang menyasar kalangan muda pelajar.
Ruang Aula SMAN 2 Kabupaten Tangerang menjadi saksi bisu sejarah kegigihan Koperasi BMI Group mendorong milenial untuk berkoperasi. Lembaga yang ditahbiskan sebagai sokoguru ekonomi itu diyakini sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan bersama sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Hatta.
“Koperasi, kata Bung Hatta, adalah cara untuk sejahtera bersama. Di Koperasi BMI ada rumah gratis misalnya berkoperasi untuk sejahtera bersama. Untuk anak anggota yang bisa masuk 10 PTN besar, BMI akan tanggung biaya kuliahnya jika memang kurang mampu” ujar Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, Presiden Direktur Koperasi BMI Group dalam Seminar Nasional BMI Goes To School di SMAN 2 Kabupaten Tangerang, 20 Oktober 2022.
Seminar BMI Goes To School dengan tema Penguatan Peran Koperasi Melalui Aktivitas Ekonomi Kreatif Sebagai Pintu Masuk Milenial Berkoperasi digelar untuk memperingati Hari Koperasi Ke-75 di Kabupaten Tangerang sekaligus reuni akbar SMAN 2 Kabupaten Tangerang yang dulu dikenal sebagai SMAN 1 Mauk.
Seminar yang dimoderatori oleh Yayat Hidayatullah, Direktur Operasional Koperasi BMI Grup yang juga merupakan alumnus SMAN 2 Kabupaten Tangerang ini menghadirkan keynote speaker Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dn Ekonomi Kreatif dan Ahmad Zabadi, Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI. Selain itu, hadir pula Herri Darmawan Ayub, Ketua Proyek Holding BUMN Garuda Indonesia.
Bercermin dari keberhasilan BMI dalam menggenjot kesejahteraan anggotanya, Kambara mengajak seluruh peserta, terutama milenial dan Gen Z untuk bersama-sama membangun bisnis, dengan kekuatan kolektif melalui koperasi. Seperti diketahui, generasi milenial dan Gen Z saat ini merupakan populasi terbesar dalam struktur demografi penduduk Indonesia.
Oleh karenanya, sosialisasi dan edukasi tentang perkoperasian kepada kedua elemen tesebut sangat penting untuk dilakukan. Wajah perkoperasian pada masa mendatang akan ditentukan seberapa besar komitmen mereka dalam berkoperasi. “Prioritas kita adalah sejahtera ekonomi melalui koperasi sebagai ikhtiar bersama,” tegas Kambara.
Dalam pemaparannya via online, Sandi Uno berharap koperasi mampu bertransformasi dalam ekonomi digital melalui empat fundamen dasar. Ia katakan koperasi harus bisa meningkatkan literasi fundamental bisnis; literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi; nilai tambah produk; dan meningkatkan jumlah transaksi di platform e-commerce.
Sementara Ahmad Zabadi, mengungkapkan ekonomi harusnya bukan dikuasai oleh segelintir orang agar tejadi distribusi kesejahteraan yang merata di tengah masyarakat. “Konstitusi kita menyatakan bahwa koperasi adalah bangun perusahaan yang tepat untuk membangun ekonomi bangsa ini,” tegas Zabadi.
Ia juga mendorong agar terjadi konglomerasi bisnis koperasi agar terwujud keadilan ekonomi. Oleh karenanya, Zabadi mengajak milenial dan Gen Z untuk terlibat dalam bisnis koperasi sehingga menjadi lebih besar dari yang ada sekarang. Tak lupa, ia memuji Koperasi BMI Group sebagai cikal bakal tumbuhnya konglomerasi koperasi di Indonesia untuk distribusi ekonomi yang lebih adil dan merata. (Kur).








